Kamis, 02 Juli 2026
Beranda / Pemerintahan / Kemenhaj: Sekitar 5 Persen Jemaah Haji Masih di Madinah, Layanan Tetap Penuh

Kemenhaj: Sekitar 5 Persen Jemaah Haji Masih di Madinah, Layanan Tetap Penuh

Rabu, 01 Juli 2026 13:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Hingga hari operasional ke-71 pada Selasa (30/6/2026), sekitar lima persen jemaah haji Indonesia masih berada di Madinah. Kemenhaj menegaskan akan terus mengawal pelayanan hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air. [Foto: Humas Kemenhaj]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Haji (Kemenhaj) memastikan pelayanan bagi jemaah haji Indonesia yang masih berada di Madinah tetap berjalan optimal meski operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi telah memasuki fase akhir.

Hingga hari operasional ke-71 pada Selasa (30/6/2026), sekitar lima persen jemaah haji Indonesia masih berada di Madinah. Kemenhaj menegaskan akan terus mengawal pelayanan hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan seluruh layanan di Madinah tetap diberikan secara penuh, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan, hingga bimbingan ibadah.

"Fokus kami saat ini adalah memastikan jemaah yang masih berada di Madinah dapat menuntaskan rangkaian ibadah dengan tenang, nyaman, dan khusyuk sebelum kembali ke Tanah Air. Komitmen pelayanan Kemenhaj tidak berkurang meskipun operasional haji telah memasuki fase akhir," kata Maria.

Selain itu, petugas Daerah Kerja Madinah telah menyelesaikan fasilitasi penerbitan Tasreh Raudhah bagi seluruh jemaah yang berhak. Hingga hari ke-71 operasional, sebanyak 165.486 Tasreh Raudhah telah diterbitkan, terdiri atas 54.506 untuk jemaah gelombang pertama dan 110.980 untuk jemaah gelombang kedua.

Menurut Maria, penerbitan Tasreh Raudhah dilakukan agar jemaah dapat beribadah di Raudhah secara tertib, aman, dan sesuai ketentuan yang ditetapkan otoritas Arab Saudi.

Sementara itu, proses pemulangan jemaah ke Indonesia terus berlangsung. Hingga Selasa, sebanyak 509 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan ke Indonesia, yang terdiri atas 267 kloter melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah dan 242 kloter melalui Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz di Madinah.

Secara keseluruhan, sebanyak 194.319 jemaah dan 2.011 petugas telah tiba kembali di Indonesia.

Adapun debarkasi Banten, Medan, Lombok, Padang, Palembang, dan Aceh telah menyelesaikan seluruh proses pemulangan jemaah. Sementara itu, debarkasi Balikpapan, Batam, Banjarmasin, Jakarta Pondok Gede, Bekasi, Kertajati, Solo, Surabaya, Makassar, dan Yogyakarta masih melayani kepulangan jemaah hingga 1 Juli 2026.

Maria juga mengimbau jemaah yang telah tiba di Tanah Air untuk menjaga kesehatan selama masa pemulihan dan mempertahankan nilai-nilai kemabruran haji dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami berharap kemabruran haji tidak berhenti sebagai capaian pribadi, tetapi menjadi kekuatan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas. Mari bersama-sama mewujudkan Tri Sukses Haji, yaitu sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, serta sukses peradaban dan keadaban," ujar Maria. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
dishes