DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh kembali menggelar Safari Dakwah (Safda) Malam Ahad di Meunasah Gampong Lam Peuot, Banda Aceh, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Tgk. Rizki Maulizar, MA sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya ia mengajak jamaah menjadikan istighfar sebagai amalan harian untuk meraih kemudahan dan keberkahan hidup. Majelis ini dihadiri para jamaah dan perangkat gampong setempat.
Tgk. Rizki Maulizar menyampaikan bahwa selagi masih ada kesempatan hidup, maka pergunakanlah sebaik-baiknya sebelum datang suatu waktu yang berisi penyesalan terbesar setelah wafat kelak.
“Allah di dalam Al-Qur’an Surat Al-Mu’minun ayat 100 telah mengingatkan bahwa ketika kematian datang, manusia akan memohon agar dikembalikan ke dunia untuk berbuat kebajikan. Namun permohonan itu tidak akan dikabulkan karena itu hanyalah dalih belaka,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi saat ini menjadi alarm bahaya bagi kita semua. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut tanpa ada upaya perbaikan dari seluruh elemen masyarakat.
“Saat ini kita sedang dihadapkan pada kondisi dimana telah terjadi banyak kerusakan akhlak dan moral yang mengakibatkan semakin merebaknya berbagai macam penyakit berbahaya, diantaranya saat ini sudah mulai tersebarnya penyakit HIV AIDS. Hal ini mengharuskan kita segera mawas diri, seraya melakukan intropeksi dan perbaikan akan kerusakan yang terjadi,” tegasnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa Al-Qur’an hadir membawa solusi terbaik untuk permasalahan hidup. Dalam Surat Nuh ayat 10-12 Allah memerintahkan hamba-Nya untuk memohon ampunan. Melalui ayat itu Allah menjanjikan bahwa dengan memperbanyak istighfar, maka akan diturunkan hujan yang lebat, dilapangkan rezeki berupa harta dan anak, serta dikaruniakan kebun-kebun dan sungai-sungai.
Tgk. Rizki Maulizar juga memaparkan bahwa ada 4 keutamaan besar bagi hamba yang membiasakan diri beristighfar. Pertama, istighfar menjadi kunci terbukanya pintu rezeki yang mudah. Kedua, istighfar dapat menghapus dosa-dosa dan kesalahan yang telah diperbuat. Ketiga, istighfar menjadi sebab diturunkannya hujan yang berkah dan penuh rahmat. Keempat, istighfar menjadi sebab diberkahinya harta dan anak-anak.
“Demikianlah istighfar menjadi jalan solusi bagi setiap kesulitan dan segala permasalahan hidup manusia. Karena itu marilah kita perbanyak istighfar setiap saat agar Allah berkenan menerima taubat kita,” katanya.
Di akhir tausiyah, ia mengajak jamaah untuk memperbanyak istighfar. Tgk. Rizki Maulizar berharap dengan istighfar, Allah akan memudahkan urusan dunia dan akhirat serta menjauhkan umat dari berbagai musibah.
“Semoga Allah berkenan menerima taubat kita, lalu dengannya kita dibukakan pintu-pintu kemudahan juga keberkahan dalam menjalani kehidupan di dunia ini dalam rangka menggapai ridha Allah hingga kelak pun kita mencapai kebahagian hakiki di akhirat kelak. Wallahu a’lam,” pungkasnya.
Kegiatan Safda Malam Ahad ini merupakan salah satu program rutin Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh dalam rangka meningkatkan pemahaman keagamaan dan membina akhlak masyarakat di perkotaan. []