Kamis, 28 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Warung Kopi di Aceh Besar Ludes Terbakar, Diduga Berasal dari Api Dapur

Warung Kopi di Aceh Besar Ludes Terbakar, Diduga Berasal dari Api Dapur

Kamis, 28 Mei 2026 21:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Sebuah warung kopi berkonstruksi kayu di Gampong Cadek, Komplek Hadrah, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, ludes terbakar pada Kamis (28/5/2026) siang. [Foto: Dokumen untuk dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Jantho - Sebuah warung kopi berkonstruksi kayu di Gampong Cadek, Komplek Hadrah, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, ludes terbakar pada Kamis (28/5/2026) siang.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun bangunan warung mengalami rusak berat setelah api dengan cepat melalap seluruh bagian bangunan.

Informasi kebakaran diterima oleh Pos Pemadam Kebakaran BPBD Aceh Besar Pos Kajhu sekitar pukul 13.30 WIB dari masyarakat setempat. Petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan pemadaman api.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga guna mencegah api meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.

“Begitu menerima informasi, petugas langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan pos terdekat untuk melakukan penanganan cepat. Api memang sangat cepat membesar karena bangunan terbuat dari kayu dengan atap daun rumbia,” ujar Ridwan Jamil dalam keterangannya kepada media dialeksis.com, Kamis (28/5/2026).

Warung kopi tersebut diketahui milik Zullaida Ali (52), seorang wiraswasta warga setempat. Bangunan warung yang seluruhnya berbahan kayu membuat api mudah membesar hanya dalam waktu singkat.

Menurut laporan Pusdalops-PB BPBD Aceh Besar, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari api dapur untuk memasak air yang menggunakan kayu bakar.

“Dugaan awal berasal dari api dapur masak air yang menggunakan kayu sebagai alat pembakaran. Namun penyebab pastinya masih terus didalami,” kata Ridwan Jamil.

Dalam proses pemadaman, BPBD Aceh Besar mengerahkan dua unit armada pemadam kebakaran dengan dukungan enam personel dari Pos Kajhu dan Pos Durung. Selain itu, satu unit armada pemadam dari DPKP Kota Banda Aceh bersama empat personel turut membantu proses pemadaman di lokasi kejadian.

Petugas berjibaku memadamkan api sekaligus melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Proses pemadaman dan pendinginan baru berhasil diselesaikan sekitar pukul 14.50 WIB.

Ridwan Jamil mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut, termasuk personel TNI dan Polri yang ikut membantu di lapangan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua unsur yang terlibat, baik dari DPKP Kota Banda Aceh, TNI, Polri, maupun masyarakat yang ikut membantu proses penanganan kebakaran,” ujarnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun pengungsian, peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan berbahan kayu dan penggunaan api terbuka di dapur.

Ridwan Jamil juga mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan kondisi api benar-benar aman setelah digunakan, terutama pada aktivitas memasak yang menggunakan kayu bakar.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran rumah maupun tempat usaha. Pencegahan menjadi langkah paling penting agar musibah serupa tidak terulang,” pungkasnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI