Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Budayawan Dorong Gubernur Aceh Segera Terbitkan Pergub Pemajuan Kebudayaan

Budayawan Dorong Gubernur Aceh Segera Terbitkan Pergub Pemajuan Kebudayaan

Senin, 18 Mei 2026 16:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Budayawan Aceh, Nab Bahani AS. Foto: for Dialeksis.com


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Budayawan Aceh, Nab Bahani AS, mendorong Gubernur Aceh segera menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai tindak lanjut dari pengesahan qanun Pemajuan Kebudayaan Aceh.

Menurut Nab Bahani, dalam qanun tersebut terdapat amanah pembentukan Dewan Pemajuan Kebudayaan Aceh beserta tim ahli yang harus dituangkan melalui pergub agar dapat segera dijalankan.

“Dalam qanun itu sudah jelas ada amanah pembentukan Dewan Pemajuan Kebudayaan Aceh. Gubernur harus segera menindaklanjuti dengan menerbitkan pergub,” ujar Nab Bahani, Senin (18/5/2026).

Ia menjelaskan, keberadaan pergub sangat penting agar implementasi qanun tidak berhenti hanya sebatas regulasi tertulis, melainkan benar-benar dapat diterapkan dalam pembangunan kebudayaan Aceh.

Selain pembentukan dewan, qanun tersebut juga mengatur pembentukan tim ahli yang bertugas mendampingi serta mengawasi arah pemajuan kebudayaan Aceh.

“Kalau tidak segera dibuat pergub, maka pelaksanaan qanun ini akan lambat berjalan,” katanya.

Nab Bahani menilai sejumlah daerah seperti Bali dan Yogyakarta telah lebih dahulu memiliki regulasi kebudayaan yang kuat serta didukung kelembagaan khusus untuk menjaga dan mengembangkan budaya daerah.

Karena itu, Aceh dinilai perlu segera memperkuat kelembagaan kebudayaannya agar pelestarian tradisi, adat istiadat, dan nilai-nilai sosial masyarakat dapat berjalan lebih maksimal.

Ia juga menyoroti salah satu poin penting dalam qanun tersebut yang mengatur pelaksanaan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA). Menurutnya, PKA ke depan tidak harus dipusatkan di Banda Aceh, melainkan dapat dilaksanakan di kabupaten/kota yang memiliki kemampuan anggaran memadai.

Nab Bahani berharap Pemerintah Aceh tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memberi perhatian serius terhadap pembangunan kebudayaan sebagai identitas dan jati diri masyarakat Aceh.

“Pembangunan fisik harus berjalan, tetapi pembangunan kebudayaan juga harus mendapat perhatian serius,” ujarnya.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI