Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Tiga Tahun Transformasi UIN Ar-Raniry di Era Mujiburrahman

Tiga Tahun Transformasi UIN Ar-Raniry di Era Mujiburrahman

Senin, 09 Maret 2026 23:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry, Banda Aceh. Foto: Ist


DIALEKSIS.COM | Aceh - Tiga tahun terakhir menjadi periode penting bagi UIN Ar-Raniry Banda Aceh dalam melakukan pembenahan besar-besaran di berbagai sektor. Di bawah kepemimpinan Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.Ag, kampus Islam negeri terbesar di Aceh ini mengalami transformasi signifikan, mulai dari peningkatan akreditasi, penguatan sumber daya akademik, hingga perluasan jejaring internasional.

Transformasi tersebut terlihat dari sejumlah indikator kinerja yang mengalami peningkatan tajam dalam tiga tahun terakhir. Salah satu capaian penting adalah meningkatnya status akreditasi institusi dari sebelumnya B menjadi Unggul pada 2023. Status ini menempatkan UIN Ar-Raniry dalam kelompok perguruan tinggi dengan standar mutu akademik tertinggi di Indonesia.

Mujiburrahman mengatakan perubahan tersebut tidak terjadi secara instan. Menurut dia, sejak awal kepemimpinannya, kampus berupaya memperkuat tata kelola akademik, kualitas penelitian, serta sistem pelayanan pendidikan.

“Akreditasi unggul adalah hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika. Ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan universitas ke depan,” kata Mujiburrahman dalam beberapa kesempatan.

Selain akreditasi institusi, jumlah program studi dengan status unggul juga meningkat signifikan. Jika pada 2022 hanya sekitar 15 program studi yang meraih predikat unggul, dalam beberapa tahun terakhir jumlahnya meningkat menjadi 34 program studi.

Kenaikan ini menunjukkan perbaikan kualitas kurikulum, penguatan sistem penjaminan mutu, serta peningkatan kapasitas dosen dan fasilitas akademik.

Di sisi lain, penguatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi prioritas penting. Jumlah guru besar di UIN Ar-Raniry meningkat drastis. Jika sebelumnya hanya sekitar 22 profesor, kini jumlahnya mencapai 66 orang, atau meningkat sekitar 200 persen dalam beberapa tahun terakhir.

Mujiburrahman menilai peningkatan jumlah profesor menjadi indikator penting kemajuan akademik sebuah perguruan tinggi.

“Guru besar merupakan motor penggerak riset dan pengembangan ilmu pengetahuan di kampus,” ujarnya.

Menurut dia, semakin banyak profesor akan memperkuat kualitas pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Perkembangan lain terlihat pada sektor penelitian dan publikasi ilmiah. UIN Ar-Raniry kini mengelola lebih dari 125 jurnal akademik terakreditasi nasional, dengan 49 jurnal terindeks SINTA. Selain itu, terdapat empat jurnal yang telah masuk kategori Scopus Q1, salah satu indeks jurnal internasional paling bergengsi.

Peningkatan produktivitas publikasi ini turut mendorong reputasi akademik kampus di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam pemeringkatan Scimago Institutions Rankings 2025, UIN Ar-Raniry tercatat berada pada peringkat keempat nasional dalam kategori perguruan tinggi Islam dan menjadi peringkat pertama di luar Pulau Jawa.

Capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kontribusi riset UIN Ar-Raniry dalam peta akademik nasional.

Beberapa dosen kampus ini bahkan masuk dalam daftar ilmuwan berpengaruh dunia versi Stanford University dan Elsevier, yang menilai kinerja peneliti berdasarkan dampak publikasi ilmiah secara global.

Transformasi juga terlihat pada pengembangan infrastruktur kampus. Pemerintah pusat melalui Kementerian Agama dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyiapkan program pengembangan fasilitas pendidikan di UIN Ar-Raniry dalam beberapa tahun ke depan.

Rencana tersebut mencakup pembangunan sejumlah gedung baru untuk mendukung kegiatan akademik dan meningkatkan kapasitas kampus.

Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk mewujudkan konsep smart campus, yaitu sistem kampus berbasis teknologi digital yang terintegrasi dalam pelayanan akademik maupun administrasi.

Selain pembangunan fasilitas baru, kampus juga mulai memperkuat sistem digitalisasi layanan pendidikan, termasuk pengelolaan administrasi mahasiswa dan sistem pembelajaran berbasis teknologi.

Upaya internasionalisasi menjadi salah satu agenda penting dalam transformasi UIN Ar-Raniry. Kampus ini mulai memperluas kerja sama akademik dengan sejumlah universitas di Asia dan Timur Tengah.

Beberapa mahasiswa UIN Ar-Raniry bahkan telah mengikuti program perkuliahan internasional di luar negeri melalui skema kerja sama akademik.

Selain itu, kampus juga merintis program studi internasional, termasuk program magister yang melibatkan perkuliahan lintas negara.

Program tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi UIN Ar-Raniry sebagai pusat studi Islam yang memiliki jaringan global.

Mujiburrahman mengatakan langkah internasionalisasi merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing universitas di tingkat dunia.

“Kami ingin menjadikan UIN Ar-Raniry sebagai universitas yang memiliki reputasi internasional,” ujarnya.

Transformasi kampus juga tercermin dari meningkatnya minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di UIN Ar-Raniry. Pada 2025, jumlah pendaftar mahasiswa baru tercatat mencapai lebih dari 37 ribu orang.

Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan menunjukkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan di kampus tersebut.

Sejumlah mahasiswa mengaku merasakan perubahan dalam suasana akademik kampus.

Salah seorang mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum mengatakan dalam beberapa tahun terakhir fasilitas belajar semakin baik dan kegiatan akademik semakin aktif.

“Sekarang banyak seminar, diskusi ilmiah, dan kegiatan akademik yang melibatkan mahasiswa,” katanya.

Hal senada disampaikan seorang alumni yang menilai reputasi UIN Ar-Raniry semakin meningkat di tingkat nasional.

Menurut dia, perkembangan riset dan publikasi ilmiah yang dilakukan dosen turut meningkatkan citra kampus.

Sejumlah capaian tersebut menjadi fondasi bagi ambisi besar UIN Ar-Raniry untuk menjadi universitas berkelas dunia.

Dalam beberapa dokumen perencanaan kampus, UIN Ar-Raniry menargetkan peningkatan kualitas akademik, riset, dan jejaring internasional dalam beberapa tahun mendatang.

Transformasi yang berlangsung selama tiga tahun terakhir dinilai sebagai fase awal dalam perjalanan panjang menuju universitas dengan reputasi global.

Bagi Mujiburrahman, perubahan yang terjadi di kampus bukan hanya soal angka atau peringkat, tetapi juga tentang membangun budaya akademik yang kuat.

“Transformasi ini adalah kerja kolektif seluruh sivitas akademika untuk membawa UIN Ar-Raniry menjadi universitas yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.

Dengan berbagai capaian tersebut, UIN Ar-Raniry kini mulai menunjukkan wajah baru sebagai perguruan tinggi Islam yang terus berkembang dan semakin diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI