Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / BREAKING NEWS: IRNA Klaim Ayatollah Ali Khamenei Gugur dalam Serangan Israel dan AS

BREAKING NEWS: IRNA Klaim Ayatollah Ali Khamenei Gugur dalam Serangan Israel dan AS

Minggu, 01 Maret 2026 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Foto: Ist/net


DIALEKSIS.COM | Teheran - Media pemerintah Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA), pada Minggu (1/3/2026) mengumumkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, disebut telah gugur setelah menjadi sasaran serangan Israel dan Amerika Serikat.

Dalam pernyataan resminya, IRNA menulis, “Ayatollah Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, gugur sebagai syahid setelah diserang oleh rezim Zionis dan Amerika Serikat pada Sabtu pagi.”

Klaim tersebut langsung mengguncang kawasan Timur Tengah dan memicu spekulasi luas tentang masa depan Republik Islam Iran. Kematian pemimpin berusia 86 tahun itu jika terkonfirmasi penuh oleh otoritas Iran”berpotensi menciptakan kekosongan kepemimpinan di negara tersebut dan meningkatkan risiko ketidakstabilan regional.

Sebelumnya, sejumlah pejabat Iran sempat membantah klaim Israel mengenai kematian Khamenei. Namun, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, justru mengumumkan bahwa Khamenei telah terbunuh.

“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah meninggal,” tulis Trump dalam unggahan di media sosialnya.

Trump juga memperingatkan akan adanya pengeboman besar-besaran dan serangan presisi yang disebutnya akan terus berlanjut sepanjang pekan ini, bahkan lebih lama. Washington menyebut serangan tersebut sebagai langkah yang diperlukan untuk melumpuhkan kemampuan nuklir Iran.

Langkah ini menandai babak baru intervensi militer Amerika Serikat di Iran, sekaligus menjadi unjuk kekuatan yang kontras dengan platform kampanye “America First” yang sebelumnya digaungkan Trump, termasuk janjinya untuk menghindari “perang abadi”.

Selama lebih dari tiga dekade, Khamenei memegang kendali tertinggi atas seluruh kebijakan strategis Iran, mulai dari urusan militer, keamanan, hingga arah politik luar negeri. Ia juga menjadi figur sentral dalam struktur teokrasi Iran, memimpin lembaga ulama dan memiliki pengaruh kuat atas Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), salah satu pilar utama kekuasaan negara.

Hingga kini belum ada sosok penerus yang secara terbuka dan resmi ditetapkan sebagai pengganti Khamenei. Situasi ini berpotensi memicu perebutan pengaruh di internal elite politik dan militer Iran.

Sementara itu, laporan awal dari Teheran menyebutkan reaksi publik yang beragam. Sejumlah saksi mata kepada kantor berita Associated Press mengaku melihat sebagian warga turun ke jalan, meniup peluit dan bersorak. Namun, belum ada konfirmasi resmi mengenai situasi keamanan secara menyeluruh di ibu kota Iran tersebut.

Perkembangan ini masih terus bergerak cepat. Dialeksis akan memperbarui informasi seiring konfirmasi resmi dan dinamika terbaru dari Teheran maupun Washington.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI