Jum`at, 12 Juni 2026
Beranda / Berita / Dunia / Iran Klaim Serang Pangkalan AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania

Iran Klaim Serang Pangkalan AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania

Kamis, 11 Juni 2026 15:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Ilustrasi. [Foto: DW]

DIALEKSIS.COM | Teheran - Iran kembali mengklaim serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain, Kuwait, dan Yordania, serta menargetkan dua kapal di Selat Hormuz sebagai balasan atas gelombang serangan AS yang kembali meningkat terhadap negara tersebut.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan telah melancarkan serangan drone terhadap pangkalan udara Sheikh Isa di Bahrain dan pangkalan udara Ali Al Salem dan Ahmad Al-Jaber di Kuwait pada Kamis  (11/6/2026) pagi.

Pangkalan udara Al-Azraq di Yordania juga menjadi sasaran 12 rudal balistik, kata IRGC, sementara dua kapal tanker minyak yang mencoba "melewati Selat Hormuz secara ilegal" juga terkena serangan.

Bahrain mengaktifkan sirene serangan udara dua kali, sementara Kuwait mengatakan sistem pertahanan udaranya "mencegat target udara musuh".

IRGC mengatakan serangan tersebut sebagai tanggapan atas "pelanggaran berulang" AS terhadap gencatan senjata April dan menyatakan Selat Hormuz "ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut".

Semua lalu lintas di jalur air tersebut, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial, akan ditembak, kata IRGC.

Serangan-serangan itu terjadi setelah Komando Pusat AS mengumumkan serangan baru terhadap "berbagai target" di dalam Iran. Militer mengatakan serangan itu atas "arahan" Presiden Donald Trump dan "sebagai tanggapan atas agresi Iran yang tidak beralasan dan berkelanjutan".

Media pemerintah Iran melaporkan beberapa ledakan di pulau Qeshm dan Kish dan di kota Bandar Abbas dan Sirik di sepanjang Selat Hormuz.

Ledakan juga menghantam kota Kargan di selatan, melukai setidaknya dua orang.

Komando Pusat AS, yang mengumumkan berakhirnya serangan empat jam setelah dimulai pada pukul 22:15 GMT pada hari Rabu, mengatakan mereka menyerang "kemampuan pengawasan militer, sistem komunikasi, dan situs pertahanan udara di seluruh Iran".

Pertukaran serangan terbaru terjadi sehari setelah kedua pihak saling membalas serangan, yang dipicu oleh jatuhnya helikopter Apache AS di Selat Hormuz. Washington menyalahkan Teheran atas insiden tersebut dan mengatakan kedua pilot diselamatkan tanpa cedera.

Iran mengatakan pihaknya menargetkan Armada Kelima AS di Bahrain, pangkalan udara Ali Al Salem di Kuwait, serta pangkalan udara di Azraq, Yordania, pada hari Rabu. Sementara itu, AS membom Pulau Qeshm serta pelabuhan Sirik, Jask, dan Bandar Abbas.

Teheran mengatakan serangan AS menghancurkan dua waduk air dan merusak menara telekomunikasi. [Aljazeera]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI