Selasa, 26 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Menlu Sugiono Sambut Kedatangan Sembilan WNI yang Dibebaskan Israel

Menlu Sugiono Sambut Kedatangan Sembilan WNI yang Dibebaskan Israel

Senin, 25 Mei 2026 12:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Menteri Luar Negeri RI Sugiono (kedua dari kiri) menyambut kedatangan sembilan WNI yang tergabung dalam rombongan kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang ditahan Israel, Minggu (24/5/2026) di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. [Foto: Dok. Kemlu]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengecam keras tindakan Israel yang mencegat kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan internasional. Ia juga menyoroti perlakuan terhadap para relawan sipil, termasuk sembilan WNI yang sempat ditahan.

Pernyataan itu disampaikan Sugiono dalam konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (24/5/2026). Menurutnya, tindakan terhadap kapal kemanusiaan tersebut tidak dapat dibenarkan.

“Tindakan sewenang-wenang yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional,” kata Sugiono.

Pemerintah Indonesia, lanjutnya, juga mengecam perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama berada dalam tahanan militer Israel.

Sugiono memastikan sembilan WNI peserta misi GSF 2.0 kini telah kembali ke Indonesia dengan selamat. Ia menyebut proses pembebasan dan pemulangan dilakukan melalui koordinasi intensif lintas negara.

“Keberhasilan evakuasi dan pembebasan ini merupakan buah dari kerja keras serta koordinasi intensif yang dilakukan pemerintah Indonesia secara berlapis,” ujarnya.

Upaya tersebut dilakukan Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Pelindungan WNI dengan melibatkan lima perwakilan RI di kawasan Timur Tengah dan Eropa. Kelima perwakilan itu yakni KBRI Ankara, KJRI Istanbul, KBRI Amman, KBRI Kairo, dan KBRI Roma.

Sugiono turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Turkiye, Yordania, dan Mesir yang membantu proses penjemputan para WNI dari Ashdod, Israel.

Sementara itu, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfattah A.K. Al-Sattari menyebut sembilan WNI peserta misi kemanusiaan tersebut sebagai pahlawan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas dukungan terhadap Palestina.

Sebelumnya, kapal misi kemanusiaan GSF 2.0 yang membawa sembilan WNI dicegat militer Israel di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur, pada Senin (18/5). Para relawan kemudian ditahan di Ashdod, Israel.

Setelah serangkaian langkah diplomatik dan kekonsuleran dilakukan pemerintah RI bersama Global Sumud Flotilla dan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), sembilan WNI itu dibebaskan pada Kamis (21/5/2026). Mereka sempat menjalani pemeriksaan kesehatan di Istanbul, Turkiye, sebelum dipulangkan ke Indonesia. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI