Rabu, 24 Juni 2026
Beranda / Berita / Dunia / Sinyal Pelemahan Ekonomi China, Pertumbuhan Belanja Online 618 Anjlok

Sinyal Pelemahan Ekonomi China, Pertumbuhan Belanja Online 618 Anjlok

Selasa, 23 Juni 2026 12:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Warga berkumpul untuk membeli dan menggosok tiket lotre instan di sebuah stan tiket lotre pada tanggal 21 Juni 2026 di Guangzhou, Provinsi Guangdong, Tiongkok. [Foto: Vcg/ Visual China Group/Getty Images]


DIALEKSIS.COM | Beijing - Perlambatan belanja konsumen di China berlanjut pada Juni 2026. Penjualan selama festival belanja online tahunan "618" hanya tumbuh 4% secara tahunan, jauh melambat dibandingkan pertumbuhan 15,2% pada periode yang sama tahun lalu.

Data perusahaan riset ritel Syntun menunjukkan total transaksi festival yang berlangsung sejak 13 Mei hingga 18 Juni mencapai 934 miliar yuan atau sekitar US$137,9 miliar. Meski tetap mencatat pertumbuhan, laju kenaikannya menunjukkan lemahnya permintaan domestik di tengah upaya promosi besar-besaran dari platform e-commerce.

Tmall milik Alibaba masih memimpin penjualan, disusul JD.com dan Douyin. Namun, penjualan di segmen e-commerce utama hanya meningkat 0,9%.

Kondisi ini memperkuat indikasi bahwa konsumsi rumah tangga masih menjadi titik lemah ekonomi China. Pada Mei lalu, penjualan ritel bahkan tercatat turun 0,6% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi penurunan pertama sejak berakhirnya pembatasan pandemi.

Goldman Sachs juga menyoroti semakin lebarnya kesenjangan antara sektor teknologi tinggi dan kecerdasan buatan (AI) dengan sektor properti serta konsumsi. Lembaga tersebut memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi China kuartal II-2026 menjadi 4,5% dari sebelumnya 4,7%.

Di tengah pelemahan konsumsi, tren belanja masyarakat mulai bergeser. Jika tahun lalu subsidi pemerintah mendorong lonjakan pembelian elektronik dan peralatan rumah tangga, tahun ini permintaan terhadap layanan kebersihan rumah, produk kecantikan, fashion, hingga suplemen kesehatan justru meningkat.

Sementara itu, penjualan barang elektronik bekas melalui platform ATRenew melonjak hampir 80% dibandingkan tahun lalu, mencerminkan tingginya minat konsumen terhadap produk dengan harga lebih terjangkau.

Analis Goldman Sachs mengingatkan bahwa pemanfaatan AI yang semakin luas berpotensi menekan pasar tenaga kerja. Jika tidak diantisipasi, kondisi tersebut dapat memperlambat pemulihan sektor properti dan konsumsi rumah tangga China. [ec-cnbc]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
dishes