DIALEKSIS.COM | Aceh - Program Summer Course World Class University (WCU): Program Equity yang digelar Program Doktor Ilmu Pertanian Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala berlangsung semarak pada 18“22 Mei 2026. Kegiatan yang menghadirkan dosen dan mahasiswa dari Institute of Tropical Agriculture and Food Security (ITAFoS) Universiti Putra Malaysia itu menjadi wadah memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus mendorong inovasi pertanian berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan tatap muka yang berlangsung di Sekolah Pascasarjana USK tersebut turut diwarnai pertemuan peserta dengan Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Heru Fahlevi. Pertemuan itu dinilai penting untuk membuka peluang kolaborasi riset lintas negara di berbagai bidang keilmuan.
Prof. Heru Fahlevi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program Summer Course yang dinilai mampu memperkuat kapasitas akademik mahasiswa, terutama dalam penulisan dan publikasi ilmiah internasional.
“Saya memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya program Summer Course ini. Upaya seperti ini perlu dijalin secara berkesinambungan untuk meningkatkan kemampuan akademik mahasiswa, khususnya dalam penulisan dan publikasi ilmiah,” ujar Prof. Heru.
Ia berharap kerja sama antara USK dan ITAFoS UPM dapat terus diperluas ke berbagai disiplin ilmu lain. Menurutnya, kolaborasi internasional menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat kualitas riset dan meningkatkan reputasi USK di tingkat global.
“Dengan kolaborasi lintas negara, kita dapat memperkuat kualitas riset sekaligus meningkatkan reputasi Universitas Syiah Kuala di tingkat global,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa Program Doktor Ilmu Pertanian USK dan peserta dari UPM mendapatkan pelatihan intensif mengenai penulisan artikel ilmiah dan teknik publikasi pada jurnal internasional bereputasi. Topik riset peserta juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Atmosfer akademik internasional terasa kuat selama kegiatan berlangsung. Interaksi antara mahasiswa dan dosen dari kedua universitas dinilai tidak hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga memperluas konektivitas akademik antarlembaga.
Tidak hanya berlangsung di ruang kelas, peserta juga mengikuti kuliah lapangan ke industri nilam dan Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Indrapuri, Aceh. Di lokasi industri nilam, peserta menyaksikan langsung proses produksi parfum yang dikembangkan ARC USK dan menjadi salah satu produk unggulan yang diminati tamu asal Malaysia.
Sementara di BPTU Indrapuri, peserta memperoleh pemahaman mengenai pengembangan sapi unggul lokal Aceh. Pemandangan alam kawasan tersebut turut memberikan pengalaman tersendiri bagi para peserta internasional.
Para dosen dan mahasiswa dari UPM mengaku terkesan dengan suasana akademik dan keramahan selama berada di Aceh. Mereka berharap program serupa dapat kembali digelar di masa mendatang, baik di USK maupun di Malaysia.
Program WCU Equity USK yang didukung penuh oleh LPDP ini diharapkan mampu mendorong peningkatan reputasi global USK sekaligus memperkuat kontribusi kampus dalam inovasi pertanian, publikasi ilmiah, dan penguatan kemitraan internasional menuju pencapaian SDGs.[*]