Jum`at, 12 Juni 2026
Beranda / Berita / Dunia / Trump Isyaratkan Rebut Pulau Kharg, Jantung Ekspor Minyak Iran

Trump Isyaratkan Rebut Pulau Kharg, Jantung Ekspor Minyak Iran

Kamis, 11 Juni 2026 22:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. [Foto: Antara]


DIALEKSIS.COM | AS - Presiden Donald Trump pada Kamis (11/6/2026) meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan mengancam akan mengambil alih Pulau Kharg, terminal ekspor minyak utama negara itu, di tengah berlanjutnya operasi militer Amerika Serikat terhadap Teheran.

Dalam unggahan di media sosial Truth Social, Trump mengatakan militer AS akan menyerang Iran "sangat keras" pada malam hari dan menyebut Washington pada akhirnya dapat mengambil kendali atas sejumlah infrastruktur energi Iran, termasuk Pulau Kharg. Pulau tersebut selama ini menjadi jalur utama ekspor minyak mentah Iran dan menangani sekitar 90 persen pengiriman minyak negara itu sebelum konflik meletus.

Namun, beberapa saat kemudian Trump mengatakan kepada Fox News bahwa ia belum yakin Amerika Serikat memiliki dukungan politik yang cukup untuk melancarkan operasi perebutan wilayah tersebut. Meski demikian, ia menegaskan bahwa komunikasi dengan Iran masih berlangsung melalui jalur diplomatik.

Pernyataan Trump muncul ketika ketegangan antara Washington dan Teheran kembali meningkat. Pemerintah AS menuduh Iran bertanggung jawab atas serangan terhadap helikopter militer Amerika di kawasan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Sebagai respons, AS melancarkan serangkaian serangan udara terhadap sasaran militer Iran dalam beberapa hari terakhir.

Trump mengatakan pemerintahannya ingin Iran membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz dan menunjukkan fleksibilitas yang lebih besar dalam perundingan mengenai program nuklirnya. Namun hingga kini, Iran menolak tuntutan tersebut dan tetap mempertahankan posisinya terkait kendali atas jalur laut strategis itu.

Ancaman terhadap Pulau Kharg mendapat perhatian luas karena fasilitas tersebut merupakan pusat ekspor minyak terpenting Iran. Para analis memperingatkan bahwa gangguan terhadap operasi di pulau itu berpotensi memengaruhi pasokan energi global dan mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Meski Trump kembali menegaskan kesiapan AS untuk meningkatkan tekanan militer, ia mengatakan lebih memilih menghindari serangan terhadap infrastruktur sipil seperti pembangkit listrik. Di saat yang sama, Washington dan Teheran masih dilaporkan mempertahankan jalur komunikasi untuk mencari kemungkinan penyelesaian konflik melalui perundingan. [sk, kb - cnbc]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI