Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Ursa Major Tenggelam, Dokumen Spanyol Sebut Bawa Komponen Nuklir Kapal Selam

Ursa Major Tenggelam, Dokumen Spanyol Sebut Bawa Komponen Nuklir Kapal Selam

Rabu, 13 Mei 2026 23:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Kapal Ursa Major terlihat dalam foto yang diambil oleh Angkatan Udara Portugal saat kapal Rusia tersebut berlayar melalui perairan Portugal pada Desember 2024. [Foto: Portuguese Air Force]


DIALEKSIS.COM | Spanyol - Sebuah kapal Rusia yang tenggelam di Laut Mediterania lebih dari setahun yang lalu setelah ruang mesinnya meledak mungkin membawa komponen untuk reaktor nuklir yang digunakan dalam kapal selam, menurut dokumen pemerintah Spanyol.

Kapal Ursa Major tenggelam pada 23 Desember 2024, di antara Spanyol dan Aljazair saat diduga dalam perjalanan dari St. Petersburg ke pelabuhan Vladivostok di Rusia timur. Dua awak kapal tewas sementara 14 orang lainnya diselamatkan oleh kapal penyelamat Spanyol.

Dalam tanggapan tertulis kepada anggota parlemen oposisi, pemerintah Spanyol menulis bahwa kapten kapal "mengaku" bahwa kapal tersebut membawa "komponen untuk dua reaktor nuklir yang mirip dengan yang digunakan dalam kapal selam."

Tanggapan tersebut termasuk dalam dokumen yang didaftarkan oleh parlemen Spanyol pada 23 Februari dan pertama kali dilaporkan oleh CNN pada hari Selasa. Dokumen tersebut telah dilihat oleh Associated Press.

Pada saat tenggelam, pemilik kapal milik negara Rusia, Oboronlogistika, mengatakan bahwa Ursa Major telah disabotase. Disebutkan bahwa tiga ledakan dahsyat merusak kapal tepat di atas garis air dalam apa yang digambarkan perusahaan sebagai "serangan teroris."

Oboronlogistika didirikan di bawah kementerian pertahanan Rusia dan dikenai sanksi AS dan Uni Eropa karena hubungannya dengan militer Rusia.

Menurut dokumen tersebut, manifes kapal menyatakan bahwa kapal tersebut membawa 129 kontainer, dua derek besar, dan "dua penutup sumur."

Para pejabat mengatakan bahwa ketika ditanyai setelah penyelamatan oleh Kepala Pelabuhan di Cartagena, Spanyol, kapten kapal mengungkapkan bahwa penutup sumur tersebut adalah komponen nuklir. Ia menambahkan bahwa kapal tersebut tidak membawa bahan bakar nuklir.

Otoritas Spanyol mengatakan mereka tidak dapat memeriksa kapal untuk mengkonfirmasi informasi tersebut selama operasi penyelamatan yang berfokus pada penyelamatan awak kapal dan pencarian dua anggota yang hilang. Bangkai kapal berada di kedalaman 2.500 meter (8.200 kaki).

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan dalam konferensi pers melalui telepon pada hari Rabu (13/5/2026)bahwa dia belum melihat laporan mengenai muatan kapal tersebut, sambil menambahkan: "tidak ada yang perlu kami komentari di sini." [jw-AP/abc news]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI