Jum`at, 16 Oktober 2026
Beranda / Berita / Dunia / Zelenskyy Ancam Kembali Serang Energi Rusia Usai Gencatan Senjata Gagal

Zelenskyy Ancam Kembali Serang Energi Rusia Usai Gencatan Senjata Gagal

Kamis, 15 Oktober 2026 18:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. [Foto: Ukrainian Presidential Press Office via AP]


DIALEKSIS.COM | Kyiv - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan negaranya akan kembali menyerang infrastruktur energi Rusia setelah Moskow dinilai melanggar kesepakatan gencatan senjata energi yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dikutip dari CNBC pada Kamis (15/10/2026), Zelenskyy mengatakan Ukraina telah menghentikan serangan terhadap target energi selama tiga hari atas permintaan Washington. Namun, Rusia disebut tetap melancarkan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur energi Ukraina, termasuk menggunakan sekitar 40 rudal balistik.

“Larangan untuk menyerang kilang minyak sudah dicabut. Kami selesai,” kata Zelenskyy kepada Financial Times.

Trump sebelumnya mengumumkan usulan gencatan senjata energi untuk menghentikan serangan timbal balik terhadap fasilitas energi Rusia dan Ukraina. Kesepakatan tersebut diharapkan dapat meredakan konflik sekaligus menekan harga minyak dan diesel.

Di tengah situasi tersebut, Ukraina juga menghadapi gangguan layanan komunikasi satelit Starlink. Penasihat Zelenskyy di bidang teknologi pertahanan, Serhii Beskrestnov, mengatakan SpaceX menerapkan pembatasan kecepatan pada terminal Starlink yang bergerak tanpa pemberitahuan kepada militer Ukraina.

Pembatasan itu disebut mengganggu operasi militer, termasuk penerimaan peringatan dini terkait rudal balistik. Layanan Starshield, jaringan komunikasi militer yang dimiliki dan dikendalikan pemerintah AS, turut menjadi sorotan.

CEO SpaceX Elon Musk menegaskan pemerintah AS bertanggung jawab atas pembatasan jaringan Starshield yang digunakan Ukraina. Sementara itu, Gedung Putih dan SpaceX belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar CNBC.

Dalam wawancara dengan Piers Morgan yang dirilis Rabu malam, Zelenskyy mengaku kecewa terhadap langkah-langkah terbaru Trump terkait Rusia dan pembatasan layanan komunikasi tersebut.

Ketika ditanya apakah dirinya merasa dikhianati, Zelenskyy menjawab, “Ya, benar.” Meski demikian, ia menegaskan kelangsungan hidup Ukraina dan hubungan strategis dengan Amerika Serikat lebih penting daripada perasaan pribadinya.

Zelenskyy juga mengaku telah memperingatkan pejabat AS bahwa Rusia berpotensi melanggar gencatan senjata. Ia menyebut gangguan layanan Starlink sebagai tindakan yang tidak masuk akal dan tidak mencerminkan hubungan yang seharusnya terjalin di antara negara-negara mitra. [cnbc]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI