DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat ekosistem startup nasional sebagai bagian dari strategi mempercepat transformasi industri berbasis teknologi dan inovasi.
Melalui Program Startup For Industry (SFI), Kemenperin mencatat 2.577 startup dalam ekosistem binaannya. Sebanyak 1.740 di antaranya berbasis teknologi, termasuk 640 startup yang bergerak di bidang IoT, robotik, AI, dan 3D printing.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan startup harus mampu menjadi mitra strategis industri dengan menghadirkan solusi nyata untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing.
"Indonesia tidak hanya membutuhkan semakin banyak startup, tetapi startup yang mampu menyelesaikan persoalan nyata di sektor industri," kata Agus, Minggu (9/8/2026).
Menurut Agus, Indonesia memiliki lebih dari 3.100 startup aktif dan menjadi negara dengan jumlah startup terbanyak di Asia Tenggara. Namun, kualitas ekosistem masih perlu diperkuat, terutama agar startup mampu bertahan, berkembang, mendapatkan pembiayaan, serta masuk ke rantai pasok industri.
Kemenperin juga melihat 4,43 juta unit IKM sebagai pasar potensial bagi solusi teknologi startup. Pemerintah pun mendorong keterhubungan antara kebutuhan industri, inovasi startup, investor, dan pasar global agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga pusat lahirnya inovasi industri. [in]