DIALEKSIS.COM | Lhoksukon - Tradisi meugang menjelang Idulfitri 1447 Hijriah mulai terasa di Kabupaten Aceh Utara.
Sejak pagi hari, aktivitas jual beli daging di sejumlah pasar tradisional terlihat ramai, meskipun harga daging masih berada di kisaran Rp180 ribu per kilogram.
Di kawasan Pasar Krueng Geukuh, Kecamatan Dewantara, para pedagang sudah mulai berjualan sejak dini hari. Mereka menyiapkan dan memotong daging sapi segar untuk melayani masyarakat yang datang membeli kebutuhan meugang.
Harga daging sapi segar di pasar tersebut dijual sekitar Rp180 ribu per kilogram. Sementara itu, bagian tulang iga atau rusuk dijual dengan harga antara Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram.
Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Krueng Geukuh, Yusuf, mengatakan harga daging pada meugang pertama menjelang Idulfitri tahun ini tidak mengalami perubahan dibandingkan saat meugang menyambut Ramadan.
“Harga satu kilogram daging pada meugang pertama hari ini masih Rp180 ribu, sama seperti harga saat meugang menyambut Ramadan kemarin,” kata Yusuf kepada media dialeksis.com, Jumat (20/3/2026).
Menurutnya, harga berbagai bagian daging juga masih relatif stabil. Babat dijual sekitar Rp50 ribu per kilogram, tulang sekitar Rp120 ribu per kilogram, sedangkan hati dan jantung masing-masing dijual Rp100 ribu per kilogram.
Sejak sekitar pukul 07.30 WIB, warga mulai berdatangan ke pasar untuk membeli daging. Namun, jumlah pembelian terlihat tidak terlalu banyak. Sebagian besar pembeli hanya membeli satu hingga dua kilogram untuk kebutuhan keluarga.
Salah seorang pembeli, Zahran, mengaku tetap membeli daging untuk kebutuhan meugang bersama keluarga meskipun harganya tergolong tinggi.
“Biasanya setiap meugang kami tetap beli daging untuk dimasak di rumah. Walaupun harganya lumayan mahal, paling tidak tetap ada untuk dimakan bersama keluarga,” kata Zahran.
Bagi masyarakat Aceh, meugang merupakan tradisi yang selalu dilakukan menjelang hari besar keagamaan seperti Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha. Tradisi ini sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak lama.
Walaupun harga daging tergolong tinggi, masyarakat tetap berusaha membeli daging untuk dimasak dan dinikmati bersama keluarga. [nh]