DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog memastikan penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng tahun 2026 dipercepat. Program ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto dan ditegaskan tidak mengalami penundaan.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan anggaran penyaluran telah tersedia dalam DIPA dan Bulog diminta segera menyusun jadwal distribusi ke seluruh wilayah. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp11,92 triliun untuk 33,2 juta penerima di Indonesia.
Setiap penerima akan memperoleh 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng untuk alokasi satu bulan, yang disalurkan sekaligus untuk dua bulan. Untuk itu, Bulog akan menyalurkan 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng.
Bapanas juga mendorong percepatan pengumpulan stok Minyakita dari skema Domestic Market Obligation (DMO). Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, telah menetapkan alokasi kepada 73 produsen guna memenuhi kebutuhan 132,9 juta liter minyak goreng untuk program tersebut.
Sebagaimana diketahui, program bantuan pangan beras dan minyak goreng membutuhkan total anggaran yang telah disiapkan pemerintah sebesar Rp 11,92 triliun yang dialokasikan untuk 33,2 juta jumlah penerima bantuan pangan di seluruh Indonesia.
Adapun lima provinsi dengan jumlah penerima terbesar antara lain Jawa Barat sejumlah 6.093.530 penerima. Kemudian Jawa Timur dengan 5.638.478 penerima dan Jawa Tengah dengan 5.071.126 penerima. Disusul Sumatera Utara dengan 1.756.846 penerima dan Banten dengan 1.298.597 penerima.
Sementara, jumlah beras yang disalurkan adalah sebanyak 10 kilogram per penerima dan minyak goreng 2 liter per penerima untuk alokasi satu bulan. Dengan itu, secara kuantitas untuk penyaluran 2 bulan secara sekaligus tersebut, Bulog akan mengeluarkan stok beras sejumlah 664,8 ribu ton dan minyak goreng 132,9 ribu kiloliter. [in]