DIALEKSIS.COM | Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Downstream dari PT Pertamina (Persero), memperkuat pengamanan pasokan energi nasional dengan meneken sejumlah kesepakatan strategis di Washington, DC, Kamis (19/2/2026). Kerja sama tersebut meliputi nota kesepahaman (MoU) pasokan minyak mentah serta penegasan kontrak pembelian LPG dari Amerika Serikat untuk periode 2026.
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, mengatakan langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga stabilitas pasokan di tengah dinamika dan volatilitas pasar energi global.
“Sinergi ini memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan fleksibilitas komersial perusahaan,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang diterima pada Sabtu (21/2/2026).
Dalam kerja sama dengan Hartree Partners LP, Pertamina menyepakati kerangka penyediaan light crude yang akan mendukung kebutuhan kilang domestik, termasuk Refinery Unit Cilacap dan Refinery Unit Balikpapan. Pasokan tersebut juga dikaitkan dengan peningkatan kapasitas melalui proyek Refinery Development Mega Project (RDMP) Balikpapan.
Selain itu, Pertamina Patra Niaga menandatangani confirmation letter dengan Phillips 66 untuk pelaksanaan kontrak pasokan LPG sepanjang 2026 dengan total volume sekitar 2,2 juta metrik ton. Kerja sama ini merupakan kelanjutan kemitraan sebelumnya guna memastikan keberlanjutan distribusi LPG nasional.
Penandatanganan kesepakatan tersebut turut disaksikan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, serta sejumlah pejabat dan mitra internasional. Pertamina menilai kolaborasi global menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus menghadapi tantangan rantai pasok dan transisi energi ke depan. [in]