Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Feature / Provinsi Abai, Jalan Wilayah Tengah Aceh Rusak Parah

Provinsi Abai, Jalan Wilayah Tengah Aceh Rusak Parah

Jum`at, 27 Maret 2026 13:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Bahtiar Gayo

Warga bergotong royong menutup lubang jalan secara swadaya di lintas eks KKA, perbatasan Kampung Bintang Bener dan Bale Permata. Hingga kini pihak provinsi masih abai terhadap sejumlah ruas jalan di wilayah tengah Aceh. [Foto: Mashuri/ Rakyataceh]


DIALEKSIS.COM | Feature - Sudah banyak kenderaan yang terjungkal, barang barang berserakan. Namun pihak yang bertanggungjawab memperbaikinya abai. Acuh tak acuh, bagaikan menyiapkan tumbal nyawa.

Tetesan keringat masyarakat yang turut membantu perbaikan sejumlah ruas jalan agar mudah dilalui kenderaan khususnya jenis mobil, tidak membuat pihak provinsi Aceh yang bertanggungjawab untuk memperbaikinya “tergugah” hatinya untuk turun.

Pihak PUPR Provinsi Aceh bagaikan menganaktirikan wilayah tengah Aceh. Paska bencana banyak ruas jalan yang menjadi tanggungjawab provinsi, sampai dengan saat ini kondisikan memprihatinkan. Meminta tumbal nyawa mereka yang melintasinya.

Ruas jalan KKA misalnya, yang menghubungkan Aceh Utara dengan Bener Meriah, merupakan akses jalan yang sampai saat ini masih bermasalah. Kerusakanya parah. Pengguna jalan bukan hanya butuh skil, namun membutuhkan keberanian untuk menentukan pilihan saat melintas.

Demikian dengan ruas jalan Bintang, Aceh Tengah, menuju Simpang Simpil ke Gayo Luwes. Ruas jalan Celala menuju Kabupaten Nagan Raya, juga menyisakan masalah dan diabaikan pihak provinsi. Walau korban sudah berjatuhan.

Catatan Dialeksis.com, untuk ruas jalan KKA, warga setempat dengan susah payah sudah memperbaiki di titik rawan kecelakaan. Namun kekuatan masyarakat yang dibantu para dermawan sampai sejauh mana? Karena ruas jalan ini adalah tanggungjawab PUPR Aceh.

Demikian dengan ruas jalan KM 27 Bintang menuju Simpang Simpil (Pang Moed) dan ruas jalan Celala yang sudah memakan korban, pihak PUPR Aceh abai dengan tanggungjawabnya. Sama seperti awal paska bencana, pihak PUPR Aceh tidak serius membantu masyarakat dalam membuka akses jalan.

Menanggapi kenyataan ini, seluruh pihak di wilayah tengah itu bersuara, agar PUPR Aceh memiliki rasa tanggungjawab, bukan membiarkan masyarakat dalam kesusahan mengakses jalan. Namun pihak provinsi masih abai.

Kepala Perwakilan YARA Bener Meriah, Muhammad Dahlan, dengan teas menyebtukan, akses jalan jalur KKA merupakan salah satu titik paling terdampak. Kondisi kerusakan parah mulai dari longsor hingga badan jalan yang amblas.

“Ruas jalan KKA ini urat nadi utama masyarakat Gayo. Bener Meriah, Aceh Tengah, hingga ke Gayo Lues Namun hingga hari ini penanganannya sangat lamban. Kami mempertanyakan keseriusan PUPR Aceh,” kata Dahlan, dalam penjelasanya kepada media.

Awal bencana hingga saat ini keseriusan PUPR Aceh dipertanyakan public. Hingga saat ini, keberadaan alat berat di jalur tersebut masih minim, sementara kondisi tanah di sejumlah titik masih labil dan rawan longsor susulan, terutama saat hujan.

YARA juga meminta pemerintah pusat melalui Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera serta DPR RI turut turun tangan sebelum kondisi semakin memburuk.

PUPR Aceh pernah menurunkan alat berat ke wilayah tengah Aceh, itu juga setelah keadaan mendekati normal. Saat dilakukan pembersihan ruas jalan, Bintang- Takengon misalnya, pihak PUPR Aceh terlihat tidak serius.

Ketidak seriusan itu kini semakin tergambar dengan abainya pihak PUPR membiarkan sejumlah ruas jalan di wilayah tengah itu yang mengundang maut, meminta tumbal nyawa. Banyak sudah catatan kecelakaan di ruas jalan ini.

Pihak PUPR Aceh belum mau memberikan penjelasan soal abainya mereka dalam menangani persoalan jalan di wilayah tengah Aceh, kawasan pengunungan dengan aroma kopi terbaik dunia ini. Sampai kapan PUPR Aceh mengabaikan tugasnya? Lupa dengan tanggungjawab memperbaiki akses jalan di wilayah tengah? [bg]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI