Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Haba Ramadan / Pesan Dakwah Green Jihad Bawa Tgk Habibi Nawawi Aceh Menang di AKSI 2026

Pesan Dakwah Green Jihad Bawa Tgk Habibi Nawawi Aceh Menang di AKSI 2026

Minggu, 22 Maret 2026 14:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Dai muda asal Aceh Barat, Tgk Habibi Nawawi, berhasil mengharumkan nama Aceh setelah meraih juara pertama dalam ajang Akademi Sahur Indonesia (AKSI) 2026 yang ditayangkan oleh Indosiar. Tangkapan layar media dialeksis.com


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dai muda asal Aceh Barat, Tgk Habibi Nawawi, berhasil mengharumkan nama Aceh setelah meraih juara pertama dalam ajang Akademi Sahur Indonesia (AKSI) 2026 yang ditayangkan oleh Indosiar.

Kemenangan tersebut diraih pada malam Grand Final yang berlangsung Kamis malam (19/3/2026) setelah melalui persaingan ketat dengan para finalis terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Pada babak puncak kompetisi dakwah tersebut, tiga peserta terbaik tampil menyampaikan ceramah di panggung utama, yakni Habibi dari Aceh, Kamal dari Yogyakarta, dan Isninda dari Boyolali. Ketiganya menampilkan kemampuan retorika yang kuat, kedalaman materi keagamaan, serta pesan moral yang menyentuh.

Namun, penampilan Tgk Habibi Nawawi dinilai paling memikat dewan juri dan pemirsa. Ia berhasil unggul tipis dari dua finalis lainnya berdasarkan kombinasi penilaian dewan juri dan dukungan voting pemirsa, sehingga dinobatkan sebagai juara pertama AKSI 2026.

Dalam ceramahnya di malam Grand Final, Habibi mengangkat tema “Green Jihad”, yakni ajakan menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab keimanan seorang muslim. Dengan gaya retorika yang kuat dan pesan yang menyentuh, ia mengingatkan bahwa kerusakan alam sering kali terjadi akibat ulah manusia sendiri.

“Hewan-hewan dimatikan, tumbuhan ditumbangkan, hingga pada akhirnya manusia ikut dikorbankan. Lalu ketika datang musibah mereka dengan tenang berkata: ini adalah ujian. Oh tidak Tuhan, ini adalah ulah tangan-tangan manusia yang kemudian harus dimintai pertanggungjawaban,” ujar Habibi dalam ceramahnya di panggung AKSI 2026.

Ia menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar isu sosial atau ekologis, melainkan bagian dari ajaran agama yang memiliki dasar kuat dalam fikih dan etika Islam.

Menurutnya, dalam kaidah fikih dijelaskan bahwa segala bentuk bahaya harus dihilangkan, termasuk kerusakan alam yang disebabkan oleh manusia.

“Jika ada pohon yang ditumbangkan tanpa hak, jika ada sungai yang menghitam karena limbah yang sesak, maka ini bukan sekadar isu lingkungan. Ini adalah pengkhianatan terhadap iman yang harus ditindaklanjuti,” tegasnya.

Habibi juga mengutip fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 86 Tahun 2023 yang menegaskan bahwa menjaga keseimbangan iklim merupakan kewajiban agama, sementara merusaknya adalah bentuk kezaliman terhadap kehidupan.

Selain mengingatkan tentang tanggung jawab menjaga bumi, Habibi juga mengajak umat Islam untuk melihat upaya merawat lingkungan sebagai amal jariah yang pahalanya terus mengalir.

Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa setiap tanaman yang ditanam seorang muslim akan bernilai sedekah ketika dimanfaatkan oleh makhluk hidup.

“Setiap benih yang kita tanam, setiap pohon yang kita rawat, kemudian buahnya dimakan oleh burung atau manusia, atau teduhnya melindungi makhluk lain, maka kelak itu menjadi pahala hingga akhirat,” ujar Habibi.

Ia juga menyinggung penjelasan ulama besar Ibn Hajar al-Asqalani, yang menafsirkan hadis tersebut sebagai dorongan untuk memakmurkan bumi dan menjaga kelestarian alam.

“Hadis ini mengandung perintah agar kita memakmurkan bumi. Maka mulai dari sini kita sadari, ketika kita menanam pohon, itu adalah bukti bahwa kita telah menjaga amanah sebelum kembali kepada Allah,” kata Habibi.

Kemenangan Tgk Habibi Nawawi di AKSI 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Aceh, khususnya Aceh Barat. Keberhasilannya tidak hanya menunjukkan kemampuan dakwah generasi muda Aceh di tingkat nasional, tetapi juga membawa pesan keislaman yang relevan dengan isu global seperti pelestarian lingkungan.

Melalui dakwahnya, Habibi mengajak umat Islam untuk menyadari bahwa menjaga bumi bukan sekadar tugas manusia sebagai penghuni alam, tetapi juga bagian dari amanah spiritual dan tanggung jawab iman.

“Ketika kita menanam pohon, itu adalah bukti bahwa kita telah menjaga amanah sebelum pulang ke pangkuan Ilahi,” tutup Habibi.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI