Rabu, 03 Juni 2026
Beranda / Berita / Nasional / Antisipasi Kemarau 2026, Kementan Genjot Bank Pakan dan Produksi Silase

Antisipasi Kemarau 2026, Kementan Genjot Bank Pakan dan Produksi Silase

Senin, 01 Juni 2026 20:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat cadangan pakan ternak nasional sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebih panjang di sejumlah wilayah Indonesia. [Foto: dok. Kementan]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat cadangan pakan ternak nasional sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebih panjang di sejumlah wilayah Indonesia. 

Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga produktivitas ternak sekaligus memastikan keberlangsungan usaha peternakan di tengah ancaman berkurangnya ketersediaan hijauan pakan akibat perubahan iklim.

Langkah penguatan cadangan pakan dilakukan menyusul informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi beberapa daerah berpotensi mengalami musim kemarau lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Kondisi itu dikhawatirkan memengaruhi produksi hijauan pakan yang selama ini menjadi sumber utama pakan ternak.

Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Tri Melasari mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi untuk memastikan kebutuhan pakan tetap terpenuhi, terutama bagi peternak yang berada di wilayah rawan kekeringan dan bencana.

“Pemerintah berkomitmen memastikan kebutuhan pakan ternak tetap terpenuhi, terutama bagi peternak yang berada di daerah terdampak bencana,” kata Tri, Senin (1/6/2026).

Menurut Tri, penguatan Bank Pakan menjadi salah satu instrumen utama dalam menjaga ketahanan pakan nasional. Melalui sistem tersebut, peternak dapat menyimpan cadangan pakan dalam bentuk silase maupun hay yang dapat dimanfaatkan saat produksi hijauan segar menurun selama musim kemarau. 

Selain itu, Kementan juga mendorong pemanfaatan hasil samping pertanian seperti jerami padi dan tebon jagung sebagai sumber pakan alternatif.

Penguatan stok pakan juga dilakukan di sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen PKH. Kepala Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang Gun Gun Gunara mengatakan pihaknya meningkatkan produksi silase dan memperluas lahan hijauan makanan ternak untuk menjaga ketersediaan pakan selama musim kemarau.

“Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok pakan tetap aman selama musim kemarau dan menghadapi potensi dampak musim kemarau,” ujar Gun Gun.

Saat ini produksi silase di BIB Lembang mencapai 107,40 ton dengan rata-rata produksi 21,48 ton per bulan. Di saat yang sama, pengembangan hijauan pakan terus dilakukan melalui penanaman jagung, rumput BH, dan Indigofera yang dinilai memiliki kandungan nutrisi tinggi untuk mendukung produktivitas ternak.

Upaya menjaga ketahanan pakan juga dilakukan peternak di tingkat lapangan. Achmad Wahyudin, peternak sapi perah di Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengembangkan sistem Bank Pakan dengan memproduksi silase secara berkelanjutan dan bermitra dengan petani jagung setempat. 

Menurut dia, cadangan pakan yang disiapkan sejak dini menjadi kunci untuk menjaga pasokan pakan sepanjang tahun. “Pembuatan Bank Pakan kami lakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau sekaligus menjaga ketersediaan pakan ternak sepanjang tahun,” kata Achmad. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI