DIALEKSIS.COM | Jakarta - Data arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 menunjukkan tren penurunan angka kecelakaan lalu lintas secara nasional. Hingga H-1 Lebaran, jumlah kecelakaan tercatat turun sekitar 3,23 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, sementara angka fatalitas atau korban meninggal dunia juga menurun signifikan hingga 24,61 persen.
Berdasarkan data sementara Operasi Ketupat 2026 yang dirilis Kepolisian Republik Indonesia, hingga puncak arus mudik tercatat sekitar 260 kasus kecelakaan dengan 15 korban jiwa. Dari sejumlah kasus itu, kelelahan pengemudi disebut masih menjadi salah satu faktor dominan yang memicu insiden di jalan raya.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri menyebut penurunan jumlah kecelakaan dan fatalitas tersebut sebagai sinyal positif bahwa upaya pencegahan, pengaturan arus lalu lintas, serta imbauan keselamatan mulai berdampak. Meski demikian, kepolisian tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah selama masa libur Lebaran.
Di Aceh, situasi sebaliknya justru diwarnai duka. Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polresta Banda Aceh merenggut lima korban jiwa dalam tiga peristiwa berbeda yang terjadi pada 19 hingga 20 Maret 2026.
Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana melalui Kasat Lantas Kompol Mawardi mengatakan, peristiwa pertama terjadi di Jalan Elang, Gampong Lampaloh, pada Kamis malam, 19 Maret 2026. Seorang pejalan kaki bernama Rusdy (59), warga Ateuk Pahlawan, meninggal dunia setelah tertabrak sepeda motor yang dikendarai M Lailatul Fazri (25), warga Aceh Timur.
“Korban saat itu sedang menyeberang jalan. Pengendara diduga tidak memperhatikan kondisi di depan sehingga menabrak korban hingga terseret beberapa meter,” kata Mawardi.
Kecelakaan kedua terjadi pada malam Lebaran, Jumat, 20 Maret 2026, di Jalan Sultan Iskandar Muda, Gampong Punge Jurong, Kota Banda Aceh. Dalam peristiwa itu, pejalan kaki Suwardi Anwar (73), warga Sukaramai, Banda Aceh, meninggal dunia setelah ditabrak sepeda motor Honda Scoopy BL 5944 LAE yang dikendarai Sibral Malawi (17), berboncengan dengan Fattah Almusilli (17).
“Kedua pengendara mengalami luka ringan dan dirawat di RSIA Banda Aceh,” ujar Mawardi.
Adapun kecelakaan ketiga terjadi di Jalan Laksamana Malahayati, Gampong Ladong, Aceh Besar, Sabtu pagi, 21 Maret 2026. Dua sepeda motor bertabrakan saat melaju di jalan menanjak dari arah berlawanan.
Akibat kejadian tersebut, tiga orang meninggal dunia, yakni Ahmad Suhaili (16), pengendara Honda Vario BL 3233 LBB; Ismuhada (19), penumpangnya; serta Rahmatul Balia (24), pengendara Yamaha N-Max BL 5410 LBY. Sementara penumpang Yamaha N-Max, M Aziz (22), mengalami luka ringan.
“Ketiga korban meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin Banda Aceh,” kata Mawardi.
Dengan rangkaian peristiwa tersebut, total lima orang tercatat meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polresta Banda Aceh selama dua hari menjelang hingga malam Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Korban terdiri atas dua pejalan kaki dan tiga pengendara sepeda motor.
Saat ini, seluruh kasus kecelakaan tersebut masih dalam penanganan Satlantas Polresta Banda Aceh.
Kompol Mawardi mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, mematuhi aturan lalu lintas, serta mengutamakan keselamatan selama arus mudik dan perayaan Lebaran.
“Pengendara harus lebih berhati-hati, tidak terburu-buru, dan selalu memperhatikan kondisi jalan. Keselamatan jauh lebih penting,” ujarnya.