Jum`at, 03 Juli 2026
Beranda / Berita / Nasional / Inovasi Air Bersih Pascabencana Antar Dosen UTU Juara Nasional

Inovasi Air Bersih Pascabencana Antar Dosen UTU Juara Nasional

Jum`at, 03 Juli 2026 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Dr. Kiswanto meraih Juara I Kategori Produk Hasil Pemberdayaan Terbaik pada Seminar Dampak Program Mahasiswa Berdampak di UNPRI Medan, Kamis (2/7/2026). Foto: for Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Nasional - Universitas Teuku Umar (UTU) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UTU yang dipimpin Dr. Kiswanto berhasil meraih Juara I Kategori Produk Hasil Pemberdayaan Terbaik dalam Seminar Dampak Program Mahasiswa Berdampak yang digelar di Universitas Prima Indonesia (UNPRI), Medan, Kamis (2/7/2026).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Dr. Mohammad Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., Ph.D., sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi yang dinilai mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak bencana.

Prestasi ini diraih berkat program pemberdayaan yang dijalankan Dr. Kiswanto bersama tim mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan UTU di Kabupaten Pidie Jaya, salah satu wilayah di Aceh yang kerap dilanda banjir.


Melalui program bertajuk Inovasi Pengolahan Air Siap Minum Portabel dan Ketahanan Pangan Mandiri, tim menghadirkan berbagai solusi berbasis teknologi yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.

Program tersebut meliputi penyediaan alat pengolahan air minum portabel, pengembangan kebun hidroponik, hingga pelaksanaan program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi masyarakat, terutama anak-anak. Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses terhadap air bersih, memperkuat ketahanan pangan keluarga, sekaligus membantu pemenuhan gizi warga yang terdampak banjir.

Dr. Kiswanto mengatakan penghargaan yang diraih merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim yang selama ini terjun langsung mendampingi masyarakat di lokasi bencana.

"Penghargaan ini kami dedikasikan untuk masyarakat Pidie Jaya. Sejak awal, tujuan kami adalah menghadirkan teknologi dari kampus yang benar-benar mampu menjawab persoalan mendasar pascabencana, terutama terkait ketersediaan air bersih dan pemenuhan gizi anak-anak," ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak langsung bagi kehidupan warga.

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UTU, Dr. T. Alamsyah, SKM., MPH., menyampaikan rasa bangga atas capaian yang diraih tim dosennya. Ia menilai penghargaan tersebut menjadi pengakuan bahwa riset dan inovasi yang dikembangkan di lingkungan kampus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

"Kami sangat bersyukur atas prestasi ini. Fakultas Ilmu Kesehatan tidak hanya menghasilkan kajian akademik di ruang kelas, tetapi juga menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan mendapat pengakuan di tingkat nasional," katanya.

Apresiasi juga datang dari Rektor UTU, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd. Ia menyebut keberhasilan tersebut sejalan dengan komitmen universitas dalam mendorong lahirnya inovasi yang berdampak bagi pembangunan daerah maupun nasional.

"Selamat kepada Dr. Kiswanto dan seluruh tim. Prestasi ini menjadi motivasi bagi sivitas akademika UTU untuk terus menghasilkan inovasi yang relevan dalam menjawab berbagai persoalan sosial, kesehatan, dan kebencanaan, khususnya di Aceh," ujar Nyak Amir.

Seminar Dampak Program Mahasiswa Berdampak merupakan agenda nasional yang diselenggarakan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek. Kegiatan ini menjadi wadah diseminasi berbagai inovasi dan praktik terbaik hasil program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan perguruan tinggi di wilayah Sumatra.

Pada 2026, program tersebut mendapat antusiasme tinggi dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Sebanyak  606 proposal  diajukan, namun hanya 202 proposal yang memperoleh pendanaan dengan total anggaran mencapai Rp21,9 miliar. Dari seluruh penerima pendanaan tersebut, hanya 60 tim terbaik yang diundang mempresentasikan hasil programnya dalam seminar nasional.

Keberhasilan tim Fakultas Ilmu Kesehatan UTU meraih posisi terbaik menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari perguruan tinggi di Aceh mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus memperlihatkan peran strategis kampus dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat, khususnya di daerah rawan bencana.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
dishes