DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat kewaspadaan terhadap ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serotipe Southern African Territories-1 (SAT-1). Hingga kini, PMK SAT-1 belum terdeteksi masuk dan menyebar di Indonesia.
Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Hendra Wibawa, mengatakan kesiapsiagaan harus dilakukan sebelum penyakit masuk. Penguatan dilakukan melalui surveilans berbasis risiko, kesiapan laboratorium, pelaporan cepat, biosekuriti, serta pengawasan lalu lintas hewan.
“Kita tidak menunggu penyakit datang baru bergerak. Kewaspadaan harus dibangun sejak dini,” ujar Hendra dalam keterangan resmi yang diterima pada Kamis (3/9/2026).
Kewaspadaan meningkat setelah Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH) melaporkan PMK SAT-1 muncul pertama kali di Asia pada 2026, termasuk di China dan Mongolia.
Untuk memperkuat perlindungan ternak, Kementan mengalokasikan 4 juta dosis vaksin PMK tahun ini. Sebanyak 3,8 juta dosis didistribusikan ke 29 provinsi dan 200 ribu dosis disiapkan sebagai cadangan nasional.
Hingga 31 Agustus, vaksinasi telah mencapai 2.463.900 dosis atau 64,8%. Kementan juga mendorong percepatan vaksinasi serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan peternak.
“Tidak perlu panik, tetapi jangan lengah,” tegas Hendra. [in]

