DIALEKSIS.COM | Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan, pelindungan data pribadi bukan hanya persoalan teknologi dan hukum, tetapi juga berkaitan dengan penghormatan terhadap martabat manusia.
Menurut Nasaruddin, nilai-nilai agama dapat menjadi landasan moral dalam menjaga privasi dan menghormati hak setiap orang di tengah kehidupan digital.
Pesan itu disampaikan Nasaruddin saat menjadi keynote address pada Indonesia Privacy Leader Summit 2026 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Forum tersebut mengangkat tema “Faith, Data & Dignity: Religious Leadership and the Commitment to Personal Data Protection in Indonesia”.
Nasaruddin mengaitkan pentingnya menjaga privasi dengan ajaran Islam yang melarang seseorang memasuki ruang pribadi orang lain tanpa izin. Ia mengutip Surah An Nur ayat 27 sebagai salah satu landasan nilai tersebut.
“Janganlah kalian masuk ke dalam ruang privasi seseorang. Hatta tastaknisu sampai kalian mendapatkan izin. Privasinya orang jangan dibobol, password-nya orang lain,” ujar Nasaruddin.
Ia menekankan, penghormatan terhadap privasi merupakan bagian dari upaya memuliakan manusia dan berlaku bagi siapa pun, tanpa membedakan agama, etnis, jenis kelamin, maupun usia.
“Apapun agamanya, etniknya, jenis kelaminnya, usianya, berapa pun orang itu, jangan dibobol rahasianya, jangan dipandang enteng, harus dimuliakan,” katanya.
Selain menjaga data pribadi, Nasaruddin mengingatkan masyarakat agar berhati-hati ketika menerima dan menyebarkan informasi di ruang digital. Informasi kontroversial, kata dia, perlu diklarifikasi dan dikonfirmasi sebelum diteruskan.
“Apabila datang informasi kontroversial, klarifikasi, konfirmasi dulu, jangan langsung di-enter, di-expose. Kalau itu fitnah, maka kita pun juga ikut memfitnah,” ujarnya.
Ia berharap nilai-nilai agama dapat memperkuat budaya pelindungan data pribadi di Indonesia. Menurutnya, menjaga kerahasiaan, menghormati privasi, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi merupakan bagian dari tanggung jawab moral untuk menjaga martabat manusia.
Indonesia Privacy Leader Summit 2026 mempertemukan pemimpin agama, regulator, akademisi, dan praktisi privasi untuk membahas penguatan komitmen pelindungan data pribadi di Indonesia. [*]