DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyerahkan 500 paket perlengkapan ibadah kepada masyarakat Aceh usai melaksanakan shalat subuh berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman, Minggu (22/2/2026).
Bantuan yang merupakan titipan dari Presiden Prabowo Subianto tersebut terdiri atas Alquran wakaf, sejadah, sarung, dan mukena.
“Mudah-mudahan ini bisa berguna bagi kita semua. Ini untuk masyarakat Aceh,” ujar Tito usai menyerahkan bantuan.
Tito mengungkapkan, dirinya sengaja memilih Aceh sebagai lokasi menjalani hari pertama Ramadan tahun ini. Baginya, Masjid Raya Baiturrahman bukan hanya ikon religius, tetapi simbol keteguhan sejarah bangsa.
“Saya sangat senang bisa berada di sini. Masjid ini bukan hanya kebanggaan masyarakat Aceh, tapi juga kebanggaan bangsa Indonesia, bahkan dikenal dunia. Saat tsunami banyak bangunan hancur, tapi masjid ini tetap kokoh berdiri,” katanya.
Ia menyebut, keputusan mengawali Ramadan di “Serambi Mekkah” merupakan bentuk penghormatan sekaligus dukungan moril bagi masyarakat Aceh yang tengah bangkit dari berbagai ujian bencana.
Sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, Tito menegaskan bahwa Aceh menjadi salah satu provinsi dengan dampak bencana paling luas di Pulau Sumatera.
“Kalau di Sumatera Barat konsentrasinya di titik tertentu, di Sumatera Utara di bagian selatan. Tapi di Aceh hampir seluruh kabupaten terdampak. Ini dampaknya sangat besar,” jelasnya.
Ia memastikan pemerintah pusat terus menggelar rapat koordinasi lintas kementerian untuk mempercepat pemulihan, termasuk perbaikan fasilitas pendidikan, rumah warga, serta infrastruktur dasar lainnya.
“Kami selalu rapat menteri untuk penanganan ini. Aceh menjadi perhatian serius,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fadh menyampaikan apresiasi atas kehadiran Mendagri di awal Ramadan. Menurutnya, kehadiran pejabat pusat di tengah suasana pemulihan pascabencana menjadi suntikan semangat bagi masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Aceh, kami mengucapkan terima kasih. Kedatangan Bapak di awal Ramadan menjadi semangat baru bagi kami,” ujarnya.
Ia memaparkan, dari 23 kabupaten/kota di Aceh, sebanyak 18 daerah terdampak bencana dengan tingkat kerusakan yang beragam.
“Ini bukan angka kecil. Kami memang sedang diuji. Karena itu, kehadiran Bapak Menteri menjadi penguat bagi kami semua,” katanya.
Dek Fadh menegaskan, Aceh membutuhkan kolaborasi dan percepatan lintas sektor, mulai dari rehabilitasi infrastruktur, fasilitas pendidikan, hingga bantuan sosial untuk masyarakat terdampak.
“Kami butuh uluran tangan, kami butuh percepatan. Dan kami yakin, dengan perhatian pemerintah pusat, proses pemulihan ini bisa berjalan lebih cepat,” tutupnya. [nh]