DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Perkembangan olahraga elektronik (e-sport) di Aceh terus menunjukkan tren yang menggembirakan. Antusiasme generasi muda terhadap kompetisi gim, khususnya Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), semakin meningkat dan melahirkan berbagai komunitas yang aktif menggelar turnamen sebagai wadah pembinaan, kompetisi, sekaligus mempererat silaturahmi antarpemain.
Leader Komunitas Hero Mobile Legends Bang Bang (MLBB) Aceh Pedir Team, Kamil Fadhal, mengatakan perkembangan e-sport di Aceh membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama pemerintah daerah.
Menurutnya, kehadiran pemerintah sangat penting untuk menciptakan ekosistem yang sehat melalui pembinaan atlet, penyediaan fasilitas, hingga penyelenggaraan kompetisi secara berkelanjutan.
"Kami ingin membangun ekosistem esport di Aceh yang lebih solid dan dikenal secara luas. Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi penggemar dan pemain Mobile Legends. Selain itu, kami berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk berkarya di dunia digital," ujar Kamil kepada Dialeksis.com, Sabtu (4/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa e-sport saat ini telah berkembang jauh melampaui sekadar hobi atau permainan pengisi waktu luang. Industri ini telah menjadi cabang olahraga prestasi yang dipertandingkan dalam berbagai kejuaraan resmi, sekaligus membuka peluang profesi baru sebagai atlet profesional, pelatih, analis pertandingan, caster, penyelenggara turnamen, hingga kreator konten digital.
Menurut Kamil, Aceh memiliki banyak talenta muda yang mampu bersaing di dunia e-sport. Namun, potensi tersebut memerlukan pembinaan yang berkesinambungan agar dapat berkembang secara maksimal.
Karena itu, ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan komunitas e-sport di Aceh. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui penyediaan fasilitas latihan, pembinaan atlet muda, pelatihan peningkatan kapasitas, hingga agenda turnamen yang rutin dan terstruktur.
"Kami berharap pemerintah melihat bahwa e-sport memiliki masa depan yang cerah. Banyak anak muda Aceh yang berbakat, tinggal diberikan ruang, pembinaan, dan kesempatan untuk berkembang," katanya.
Ia menilai dukungan pemerintah tidak hanya akan meningkatkan prestasi atlet e-sport Aceh, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi kreatif bagi generasi muda. Industri esport, menurutnya, kini telah menjadi bagian dari ekonomi digital yang terus tumbuh dan menghadirkan berbagai lapangan pekerjaan baru.
"Turnamen seperti ini bukan hanya soal mencari juara. Yang tidak kalah penting adalah membangun persaudaraan antarkomunitas, berbagi pengalaman, dan meningkatkan kualitas pemain Aceh agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi," ujarnya.
Kamil optimistis, apabila pembinaan dilakukan secara konsisten serta mendapat dukungan pemerintah dan sektor swasta, Aceh memiliki peluang besar melahirkan atlet-atlet e-sport yang mampu mengharumkan nama daerah pada berbagai ajang nasional.
"Semoga melalui kegiatan seperti ini semakin banyak anak muda Aceh yang berani menunjukkan potensinya. Kami ingin e-sport menjadi ruang positif yang melahirkan prestasi, kreativitas, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi generasi muda," tutupnya. [nh]
