Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Parlemen Kita / Nurchalis Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Aceh Pasca Bencana

Nurchalis Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Aceh Pasca Bencana

Kamis, 09 April 2026 18:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Arn

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRA, Nurchalis. Foto: fo Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua Fraksi Partai NasDem DPR Aceh, Ir. Nurchalis, S.P., M.Si, menegaskan bahwa pemulihan ekonomi Aceh pasca bencana harus dipandang sebagai keadaan darurat yang memerlukan langkah cepat, terukur, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, dampak bencana tidak hanya merusak infrastruktur fisik, tetapi juga menggerus daya produksi masyarakat, menghambat distribusi barang, serta memperlambat perputaran ekonomi di daerah.

Nurchalis menyebut, pemerintah Aceh perlu segera mengambil kebijakan yang lebih progresif dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor, mempercepat rehabilitasi infrastruktur logistik yang menjadi urat nadi perekonomian, serta menciptakan iklim investasi yang lebih sehat dan kompetitif. Langkah tersebut, kata dia, sangat penting agar proses pemulihan tidak berhenti pada penanganan darurat semata, tetapi benar-benar mampu menghidupkan kembali roda ekonomi masyarakat.

Pemulihan ekonomi Aceh pasca bencana tidak boleh berjalan lambat. Ini adalah situasi darurat yang menuntut keberanian pemerintah untuk bergerak cepat, menyatukan kekuatan lintas sektor, dan memastikan infrastruktur logistik yang rusak segera dipulihkan. Tanpa konektivitas yang baik, distribusi barang terhambat, biaya ekonomi meningkat, dan masyarakat yang paling merasakan dampaknya,” ujar Nurchalis kepada Dialeksis saat dihubungi, Kamis 9 April 2026.

Ia juga menekankan pentingnya menciptakan kepastian dan kenyamanan bagi para investor agar mau menanamkan modalnya di Aceh. Menurutnya, investasi yang masuk akan menjadi penggerak utama dalam membuka lapangan kerja baru, memperluas kesempatan usaha, dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

“Kita membutuhkan terobosan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga substantif. Pemerintah Aceh harus mampu menghadirkan iklim investasi yang ramah, cepat, dan transparan. Dengan begitu, dunia usaha tumbuh, lapangan kerja terbuka, dan masyarakat memiliki peluang yang lebih luas untuk bangkit pasca bencana,” tambahnya.

Nurchalis menegaskan bahwa pemulihan ekonomi Aceh harus diletakkan sebagai agenda bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata. Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat sipil, untuk bergandengan tangan membangun kembali fondasi ekonomi Aceh agar lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

“Pasca bencana, yang kita butuhkan adalah kepemimpinan yang responsif, kolaboratif, dan berpihak pada pemulihan rakyat. Aceh harus bangkit dengan semangat kebersamaan, karena pemulihan ekonomi bukan sekadar soal angka, tetapi soal harapan hidup masyarakat yang harus segera dipulihkan,” pungkasnya.


Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI