DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pasokan listrik, pendidikan dayah, penghargaan bagi peserta MTQ, hingga keamanan lingkungan menjadi bagian dari aktivitas Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, S.T., yang terekam dalam pemberitaan Dialeksis sepanjang September 2026.
Penelusuran arsip hingga 1 Oktober 2026 menemukan sedikitnya tujuh berita yang mencatat keterlibatan, pernyataan, dan advokasinya. Ada pertemuan dengan penyedia layanan publik, penyambutan peserta berprestasi, dorongan pembangunan sarana pendidikan, serta usulan mengaktifkan kembali layanan untuk warga.
Berikut jejak digital Irwansyah yang disusun berdasarkan tanggal penerbitan berita, dengan tetap mencantumkan waktu kegiatan apabila berbeda.
Dimulai di tanggal 4 September 2026, sosok ketua DPRK Banda Aceh terkenal Humble “rendah hati”, mendorong agar warganya memiliki kesiapan listrik saat menghadapi bencana. Persoalan listrik menjadi salah satu perhatian Irwansyah pada awal September. Dialeksis memberitakan pertemuannya dengan Manajer PLN UP3 Banda Aceh, Husni, beserta jajaran yang berlangsung pada 31 Agustus 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Irwansyah mendorong kesiapan pasokan listrik ketika terjadi bencana atau gangguan jaringan. Ia mengusulkan optimalisasi PLTD Lueng Bata sebagai penyangga kebutuhan listrik Banda Aceh dalam situasi darurat.
Menurutnya, pemadaman berkepanjangan berpengaruh terhadap aktivitas warga, termasuk operasional SPBU dan distribusi air bersih. Karena itu, langkah antisipasi perlu disiapkan agar gangguan jaringan tidak kembali melumpuhkan pelayanan.
Ia juga menyatakan kesediaan mengadvokasi warga kurang mampu yang belum memiliki meteran listrik agar dapat memperoleh bantuan melalui program PLN.
Tidak sampai itu saja yang disorot Dialeksis, saat tanggal 21 September 2026. Irwansyah yang terkenal sangat gandrungi ibu - ibu dan kawula muda sangat responsif menyambut kepulangan kafilah Aceh. Ia tercatat menghadiri penyambutan kafilah Aceh setelah mengikuti MTQ Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah.
Penyambutan berlangsung di ruang VIP Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, bersama jajaran Pemerintah Aceh dan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal.
Kafilah Aceh pulang dengan peringkat keempat nasional. Dalam pemberitaan Dialeksis, mereka meraih 10 gelar juara utama, terdiri atas empat juara I, empat juara II, dan dua juara III, serta 11 predikat juara harapan. Kehadiran Irwansyah menjadi bagian dari penyambutan atas prestasi tersebut.
Hal lain jejak digital tanggal 22 September 2026 yang membuat publik Banda Aceh semakin respek kepada Irwansyah, ketika dirinya mengusulkan bonus dan beasiswa. Sehari kemudian, Dialeksis memuat dorongan Irwansyah agar Pemerintah Kota Banda Aceh memberikan penghargaan bagi peserta MTQ berprestasi, terutama yang berasal dari kota tersebut.
Bentuk penghargaan yang diusulkannya mencakup bonus hingga beasiswa bagi peserta yang masih berstatus pelajar. Ia turut mengapresiasi Habibul Hamiz, warga Tibang yang meraih juara II tilawah anak-anak, serta Kayyisa Farras yang ikut membawa tim Fahmil Quran Putri Aceh meraih juara I.
Irwansyah juga meminta pembinaan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pelatih berkualitas. Usulannya menghubungkan penghargaan atas prestasi yang sudah diraih dengan persiapan menghadapi kompetisi berikutnya.
Dipenghujung bulan tanggal 26 September 2026, Irwansyah mengadvokasi pembangunan dayah di Lamlagang. Orang nomor satu di DPRK Banda Aceh sangat perhatian terhadap pendidikan agama terekam melalui pemberitaan pembangunan Dayah Liwaul Mukhlisin di Gampong Lamlagang, Kecamatan Banda Raya.
Dalam keterangan bertanggal 25 September, Irwansyah menyebut pembangunan dayah, sekolah, dan sarana ibadah sebagai bagian dari prioritasnya selama menjadi anggota DPRK. Ia mengatakan telah mengadvokasi lima dayah sejak 2014. Pada 2026, dukungannya juga mencakup renovasi Balai Pengajian Ar Raihan di Lamteumen Barat.
Untuk pembangunan Dayah Liwaul Mukhlisin, sumber anggaran yang disebut dalam pemberitaan adalah dana DOKA melalui APBK Banda Aceh 2026. Irwansyah berharap pekerjaan berjalan sesuai rencana agar fasilitas tersebut segera dapat digunakan.
Pimpinan dayah, Tengku Iskandar, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah kota, Irwansyah, dan Dinas Dayah atas realisasi anggaran pembangunan. Catatan ini memperlihatkan peran advokasi legislatif dalam memperjuangkan kebutuhan sarana pendidikan.
Selanjutnya di tanggal 28 September 2026, ia merespon soal pencurian meteran air. Persoalan keamanan warga turut masuk dalam perhatian Irwansyah. Ia mengapresiasi Polresta Banda Aceh setelah polisi mengungkap pencurian meteran air yang meresahkan masyarakat.
Menurutnya, kehilangan meteran menimbulkan kerugian materi sekaligus mengganggu akses air bersih. Ia meminta kepolisian terus merespons laporan masyarakat dengan sigap.
Pemberitaan tersebut mencatat laporan kehilangan meteran warga Gampong Beurawe pada 3 September, yang kemudian ditindaklanjuti hingga polisi mengamankan dua terduga pelaku pada 27 September. Respons Irwansyah dalam perkara ini berupa dukungan terhadap penanganan kepolisian dan perhatian terhadap kebutuhan dasar warga.
Di tanggal 29 September 2026, meminta biogas Gampong Jawa kembali berfungsi. Melalui rapat dengar pendapat di kantor DPRK sehari sebelumnya, Irwansyah mendorong pemerintah kota mengaktifkan kembali fasilitas biogas di TPA Gampong Jawa, Kecamatan Kuta Raja.
Ia menyebut sekitar 210 keluarga pernah memperoleh pasokan biogas gratis untuk memasak. Menurutnya, manfaat tersebut perlu dipulihkan sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat yang tinggal di sekitar tempat pembuangan sampah.
Dorongan itu mendapat penjelasan dari Dinas Perkim Banda Aceh. Dalam pemberitaan yang sama, dinas menyatakan jaringan pipa sedang diperbaiki dan uji coba awal direncanakan untuk 10 rumah. Namun, produksi gas saat itu belum maksimal.
Arsip ini mencatat proses pengawasan melalui forum DPRK sekaligus tahap penanganan yang disampaikan pemerintah kota. Pemulihan layanan biogas masih menjadi pekerjaan yang sedang diupayakan.
Dan diakhir bulan tanggal 30 September 2026, Irwansyah mengusulkan komunikasi cepat melalui Pageu Gampong. Menutup September, Dialeksis memberitakan dorongan Irwansyah untuk memperkuat Pageu Gampong. Pernyataan itu disampaikan ketika membuka peningkatan kapasitas unsur Pageu Gampong pada 28 September di Aula Hotel Hanifi, Banda Aceh.
Ia menekankan fungsi pengawasan dan edukasi agar kehidupan masyarakat, termasuk pendatang, tetap memperhatikan syariat Islam dan kearifan lokal.
Irwansyah juga mengusulkan Radar Komunitas Digital atau Hotline Dusun. Gagasannya berupa grup komunikasi yang menghubungkan warga dengan perangkat gampong, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Wilayatul Hisbah.
Saluran tersebut diharapkan mempercepat penyampaian informasi mengenai potensi gangguan keamanan maupun pelanggaran syariat kepada pihak terkait. Ia menekankan penanganan tanpa tindakan main hakim sendiri serta menyatakan modernisasi tetap dapat berjalan sejalan dengan nilai lokal.
Jika dibaca bersama, tujuh pemberitaan itu memperlihatkan perhatian Irwansyah pada pelayanan dasar, pendidikan agama, penghargaan terhadap prestasi, dan pengawasan lingkungan. Bentuk keterlibatannya beragam, mulai dari menghadiri kegiatan, menyampaikan aspirasi, hingga mendorong penanganan melalui rapat dengar pendapat.
Sebulan jejak pemberitaan ini memperlihatkan kepedulian Irwansyah terhadap kebutuhan yang dekat dengan kehidupan warga mulai dari urusan listrik untuk menerangi rumah, tempat belajar bagi anak-anak, hingga rasa aman di lingkungan tempat tinggal. Kesediaannya membawa persoalan tersebut ke ruang pembahasan layak diapresiasi, sebab setiap aspirasi menyimpan harapan keluarga yang ingin hidup lebih baik. Semoga perhatian itu terus dijaga hingga usulan menjelma manfaat yang dirasakan masyarakat. Bagi warga Banda Aceh, kehadiran seorang wakil rakyat menjadi berarti ketika keluhan mereka didengar, kebutuhan mereka diperjuangkan, dan mereka merasa memiliki tempat untuk menitipkan harapan.