Senin, 01 Juni 2026
Beranda / Pemerintahan / Internet 100 Mbps Rp100 Ribu Bisa Jadi Game Changer Pemerataan Digital

Internet 100 Mbps Rp100 Ribu Bisa Jadi Game Changer Pemerataan Digital

Minggu, 31 Mei 2026 21:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Wamenkomdigi Nezar Patria. [Foto: DRA/Komdigi]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria menilai layanan internet berkecepatan 100 Mbps dengan tarif sekitar Rp100.000 per bulan dapat menjadi terobosan penting dalam memperluas akses digital masyarakat.

Menurut Nezar, Indonesia saat ini tidak lagi hanya menghadapi tantangan pemerataan cakupan jaringan telekomunikasi, tetapi juga peningkatan kualitas layanan internet dan keterjangkauan tarif bagi masyarakat.

"Jaringan telekomunikasi kita sudah meng-cover 97 persen wilayah yang didiami di Nusantara. Dari sisi lanskap sudah baik, tetapi kualitas internet kita masih harus ditingkatkan," kata Nezar yang dilansir pada Minggu (31/5/2026).

Ia mengatakan kebutuhan terhadap internet cepat dan stabil terus meningkat seiring percepatan transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, layanan publik hingga ekonomi digital.

Karena itu, pemerintah mendorong hadirnya layanan internet yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga terjangkau bagi masyarakat luas.

"Kalau kita bisa menyediakan internet 100 Mbps dengan harga Rp100 ribu, ini akan menjadi game changer. Ini bukan hanya soal koneksi internet, tetapi bagaimana masyarakat bisa mendapatkan akses digital yang lebih setara," ujar Nezar.

Menurut dia, inisiatif penyediaan internet murah dapat membantu mengurangi kesenjangan digital yang masih terjadi di sejumlah daerah. Pemerintah juga ingin memastikan masyarakat tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkan ruang digital untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.

Nezar menegaskan pemerataan akses digital membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, industri telekomunikasi, dan berbagai pemangku kepentingan. Langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi geografis Indonesia yang luas dan beragam.

Selain memperluas akses, Kementerian Komunikasi dan Digital juga terus mendorong peningkatan kualitas jaringan nasional guna mendukung kebutuhan teknologi masa depan, seperti kecerdasan buatan (AI), layanan cloud, Internet of Things (IoT), dan ekonomi digital.

"Ke depan kebutuhan bandwidth kita akan semakin besar. Karena itu, kualitas internet dan keterjangkauan harga harus berjalan bersama," kata Nezar.

Melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri, ia berharap masyarakat dapat memperoleh akses internet yang lebih cepat dan terjangkau untuk mendukung pendidikan, usaha, serta meningkatkan daya saing Indonesia di era ekonomi digital. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI