DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pemerintah memperpanjang program bantuan pangan hingga Juni 2026 sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan, termasuk minyak goreng Minyakita. Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog diminta mempercepat distribusi bantuan agar pasokan minyak goreng di masyarakat semakin melimpah.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan percepatan distribusi bantuan pangan menjadi salah satu instrumen penting untuk mengendalikan harga bahan pokok. Menurut dia, realisasi penyaluran bantuan pangan saat ini baru mencapai sekitar 34 persen.
“Dalam rangka mengantisipasi kenaikan minyak goreng, kami sudah menginstruksikan Bulog untuk segera mendistribusikan bantuan pangan. Akhirnya dalam Rakornis di Kemenko Perekonomian diputuskan bantuan pangan diperpanjang sampai Juni,” kata Ketut dalam keterangan resmi yang diterima pada Minggu (24/5/2026).
Ketut menjelaskan, dalam paket bantuan pangan tersebut juga terdapat minyak goreng Minyakita yang disalurkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Pemerintah menargetkan distribusi Minyakita sebanyak 132,9 ribu kiloliter hingga Juni agar dapat membantu menahan laju kenaikan harga di pasar.
“Kalau bisa dikeluarkan serentak Mei sampai Juni, itu artinya akan bisa secara langsung dan tidak langsung mengendalikan harga Minyakita,” ujarnya.
Berdasarkan data Bapanas hingga 20 Mei 2026, realisasi penyaluran Minyakita baru mencapai 46,2 ribu kiloliter kepada 11,5 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Artinya, masih ada sekitar 86,8 ribu kiloliter yang akan dikebut penyalurannya hingga pertengahan tahun ini.
Sementara itu, stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk minyak goreng dinilai masih aman. Bapanas mencatat Bulog mengelola stok minyak goreng sebanyak 89 ribu kiloliter, sedangkan ID FOOD memiliki stok sekitar 700 kiloliter. Ketut menyebut bantuan pangan penting karena setiap KPM akan menerima empat liter minyak goreng.
“Kami sudah pastikan 10 pelaku usaha yang akan mendistribusikan DMO-nya di DKI sampai Banten akan didorong ke Bulog. Jadi tidak lagi ke distributor lain,” tutur Ketut. [in]