DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pemerintah Aceh memastikan ketersediaan gas elpiji 3 kilogram (Kg) atau gas melon masih dalam kondisi aman hingga akhir tahun 2026.
Distribusi elpiji subsidi di Aceh bahkan tercatat masih berada di atas kuota yang ditetapkan, sehingga kebutuhan masyarakat diperkirakan tetap terpenuhi.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Asnawi, melalui Kepala Bidang Minyak dan Gas Bumi, Dian Budi Dharma, mengatakan hasil koordinasi terbaru dengan PT Pertamina Patra Niaga menunjukkan pasokan dan distribusi elpiji subsidi di Aceh masih berjalan baik.
“Berdasarkan hasil rapat koordinasi terakhir dengan Pertamina Patra Niaga, distribusi gas elpiji 3 kilogram di Aceh masih over sekitar 3 persen. Kondisi ini masih yang terbaik dibandingkan provinsi-provinsi lain di Sumatera,” kata Dian Budi Dharma kepada Dialeksis.com, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, surplus distribusi tersebut menunjukkan pasokan elpiji subsidi di Aceh masih terkendali dan belum terdapat gangguan yang memengaruhi kebutuhan masyarakat
“Alhamdulillah, hingga saat ini distribusi elpiji subsidi masih berjalan normal. Ketersediaannya masih mencukupi dan belum ada persoalan berarti yang mengganggu pasokan di tingkat masyarakat,” ujarnya.
Dian menjelaskan, hasil evaluasi bersama Pertamina pada awal Juni 2026 menunjukkan tingkat kelebihan distribusi (over quota) di Aceh merupakan yang terendah dibandingkan provinsi lain di Sumatera.
“Over quota memang ada, tetapi hanya sekitar tiga persen. Dibandingkan daerah lain di Sumatera, angka tersebut termasuk yang paling rendah. Artinya, distribusi kita masih cukup terkendali dan tepat sasaran,” katanya.
Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan gas melon karena pemerintah terus memantau distribusi bersama Pertamina.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Saat ini stok masih aman dan distribusi berjalan sesuai mekanisme yang ada. Pemerintah terus berkoordinasi dengan Pertamina agar pasokan tetap terjaga,” tegasnya.
Dian menambahkan, dengan kondisi distribusi yang masih berada di atas kuota, kebutuhan masyarakat terhadap elpiji 3 kilogram diyakini dapat terpenuhi hingga akhir tahun.
“Dengan kondisi distribusi yang masih berada di atas kuota, kami optimistis kebutuhan masyarakat terhadap gas elpiji 3 kilogram dapat terpenuhi hingga akhir tahun,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar elpiji subsidi digunakan sesuai peruntukannya, yakni untuk rumah tangga miskin dan pelaku usaha mikro.
“Kami berharap masyarakat yang memang berhak dapat terus memperoleh akses terhadap elpiji subsidi. Sementara masyarakat yang mampu diharapkan menggunakan elpiji nonsubsidi agar program subsidi ini benar-benar tepat sasaran,” pungkas Dian Budi Dharma.[nh]
