Rabu, 05 Agustus 2026
Beranda / Pemerintahan / Pemerintah Aceh Evaluasi Kelangkaan, SBA Tambah Pasokan Semen Andalas

Pemerintah Aceh Evaluasi Kelangkaan, SBA Tambah Pasokan Semen Andalas

Selasa, 04 Agustus 2026 14:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Pemerintah Aceh bersama PT Solusi Bangun Andalas (SBA) mengatasi kelangkaan dan kebutuhan di Aceh. Foto: for Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pemerintah Aceh mengambil langkah cepat mengatasi kelangkaan dan kenaikan harga semen yang terjadi di sejumlah kabupaten/kota. Menindaklanjuti arahan Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem, PT Solusi Bangun Andalas (SBA) segera meningkatkan pasokan semen untuk memenuhi kebutuhan pembangunan di Aceh.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan Gubernur Mualem telah menginstruksikan jajaran Pemerintah Aceh untuk memastikan ketersediaan semen kembali normal.

“Arahan Bapak Gubernur jelas, pasokan semen harus segera dipulihkan agar tidak menghambat pembangunan, khususnya program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana maupun kebutuhan masyarakat,” kata Nurlis di Banda Aceh, Selasa (4/8/2026).

Menurut Nurlis, langkah penanganan tersebut dikoordinasikan Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun. Sekda kemudian meminta tim Pemerintah Aceh segera mencari solusi terhadap kelangkaan semen yang telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Sebagai koordinator tim, Sekda mengarahkan seluruh pihak agar persoalan ini dapat diselesaikan secepat mungkin,” ujarnya.

Sekda Aceh menunjuk Asisten II Setda Aceh, Teuku Robby Izra, sebagai koordinator lapangan. Pemerintah Aceh selanjutnya mengundang General Manager PT Solusi Bangun Andalas, R. Adi Santosa, untuk membahas kondisi produksi, distribusi, kebutuhan pasar, serta langkah penambahan pasokan semen.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam rapat evaluasi kelangkaan semen yang dipimpin Teuku Robby Izra di Ruang Rapat Setda Aceh, Kantor Gubernur Aceh, Senin (3/8/2026).

Dalam pertemuan itu, Adi Santosa menjelaskan kapasitas produksi semen curah PT SBA di Aceh mencapai 5.400 ton per hari. Namun, produksi dan pasokan yang mampu dipenuhi saat ini baru sekitar 3.700 ton per hari atau setara 92.500 sak semen.

Sementara itu, berdasarkan proyeksi PT SBA, kebutuhan semen di Aceh telah mencapai sekitar 4.200 ton per hari atau 105 ribu sak. Dengan demikian, terdapat kekurangan pasokan sekitar 500 ton atau 12.500 sak semen setiap hari.

Produksi dan pasokan sebanyak 3.700 ton per hari tersebut berasal dari sejumlah terminal. Terminal PT SBA Lhoknga memasok sekitar 1.400 ton atau 35 ribu sak per hari dengan waktu operasional selama 24 jam.

Terminal Malahayati memasok sekitar 400 ton atau 10 ribu sak per hari. Terminal Krueng Geukuh I memasok 900 ton atau 22.500 sak, sedangkan Terminal Krueng Geukuh II memasok 500 ton atau 12.500 sak per hari.

Selain itu, pasokan dari Terminal Belawan mencapai sekitar 500 ton atau 12.500 sak per hari.

Nurlis menjelaskan, peningkatan kebutuhan semen dipengaruhi oleh bertambahnya aktivitas pembangunan di Aceh, terutama untuk mendukung pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi serta berbagai proyek pembangunan lainnya.

Peningkatan permintaan yang tidak sepenuhnya diimbangi pasokan tersebut turut memengaruhi ketersediaan dan harga semen di sejumlah wilayah.

“Kondisi tersebut turut memicu kenaikan harga semen di beberapa daerah. Karena itu, diperlukan langkah cepat untuk menjaga kelancaran distribusi dan stabilitas harga di pasaran,” kata Nurlis.

Sebagai langkah awal, PT SBA akan menambah waktu operasional Terminal Pengisian Krueng Geukuh II dari sebelumnya 16 jam menjadi 24 jam setiap hari.

PT SBA juga akan meningkatkan pasokan semen curah dari luar Aceh melalui tiga kapal pengiriman. Kapal pertama telah bersandar di Pelabuhan Krueng Geukuh pada 2 Agustus 2026 dengan membawa tambahan semen curah.

Adi Santosa menyampaikan, pengiriman melalui kapal berikutnya akan dilakukan secara bertahap selama Agustus 2026. PT SBA juga akan mendatangkan tambahan semen dalam bentuk kemasan atau sak dari luar Aceh untuk menutupi kekurangan kebutuhan di pasar.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkecil defisit pasokan sekaligus mempercepat pemulihan ketersediaan semen di tingkat distributor dan pengecer.

Di sisi lain, Pemerintah Aceh akan menyiapkan data harga, kebutuhan, dan ketersediaan semen di seluruh kabupaten/kota. Data itu akan menjadi dasar pengawasan distribusi dan pengendalian harga.

Pemerintah Aceh turut mengimbau distributor dan agen agar menjaga ketersediaan stok serta tidak menaikkan harga secara tidak wajar di tingkat pengecer.

Nurlis menegaskan, Pemerintah Aceh akan terus melakukan evaluasi bersama PT Solusi Bangun Andalas, distributor, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.

Evaluasi dilakukan untuk memastikan pasokan tetap terjaga, distribusi berjalan lancar, serta harga semen kembali terkendali.

“Dengan demikian, kebutuhan masyarakat serta pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh tidak mengalami hambatan,” pungkas Nurlis. []

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI