DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pemerintah Aceh melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mempercepat penanganan infrastruktur pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah. Salah satu fokus utama adalah pemasangan jembatan Bailey, jembatan gantung, serta jembatan darurat lainnya pada ruas jalan yang terdampak.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas PUPR Aceh, Ir. Mawardi, ST, kepada Dialeksis usai menggelar pertemuan dengan Kolonel Riyandi selaku Aster Kodam Iskandar Muda, yang turut didampingi oleh Waaster Kodam Iskandar Muda, di ruang kerja Aster pada Selasa (31/3/2026).
Mawardi menjelaskan bahwa pertemuan tersebut membahas langkah konkret kerja sama antara Pemerintah Aceh dan Kodam Iskandar Muda dalam percepatan pembangunan jembatan darurat di berbagai wilayah terdampak.
“Kami bersama Aster Kodam Iskandar Muda membahas sinergi pelaksanaan pemasangan jembatan Bailey, jembatan gantung, serta dukungan konstruksi lainnya seperti aramco, pada ruas-ruas jalan yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh,” ujar Mawardi.
Ia menambahkan, kolaborasi ini menjadi sangat penting mengingat luasnya cakupan wilayah terdampak yang tersebar di 18 kabupaten/kota di Aceh. Sejumlah jembatan darurat telah terpasang dan sudah dimanfaatkan masyarakat, namun masih terdapat beberapa titik yang membutuhkan penanganan lanjutan.
“Sebagian jembatan Bailey dan jembatan gantung sudah berhasil kita pasang dan difungsikan untuk memulihkan akses masyarakat. Namun, masih ada beberapa lokasi yang sedang dalam tahap perencanaan dan pengiriman material,” jelasnya.
Menurut Mawardi, keberadaan jembatan darurat ini sangat krusial dalam menjaga konektivitas antarwilayah, terutama untuk distribusi logistik, akses layanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi masyarakat pascabencana.
“Kita tidak bisa menunggu terlalu lama untuk membangun jembatan permanen. Oleh karena itu, solusi jangka pendek seperti Bailey dan jembatan gantung menjadi prioritas agar mobilitas masyarakat tetap berjalan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kerja sama dengan TNI, khususnya Kodam Iskandar Muda, memberikan dukungan signifikan dalam hal percepatan mobilisasi peralatan, tenaga teknis, serta pengamanan lokasi pembangunan.
“Peran Kodam IM sangat strategis, terutama dalam membantu percepatan pemasangan di lapangan, mengingat beberapa lokasi cukup sulit dijangkau dan memiliki tantangan geografis yang berat,” tambahnya.
Selain itu, Mawardi juga menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemetaan kebutuhan infrastruktur secara komprehensif, termasuk evaluasi terhadap jembatan yang sudah terpasang agar tetap aman dan layak digunakan.
“Kami juga memastikan setiap konstruksi yang dibangun memenuhi standar keselamatan, meskipun bersifat darurat. Monitoring dan evaluasi terus kami lakukan secara berkala,” tegasnya.
Ke depan, Pemerintah Aceh berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan jembatan permanen secara bertahap, seiring dengan ketersediaan anggaran dan hasil kajian teknis.
“Target jangka panjang kita adalah membangun kembali infrastruktur yang lebih kuat dan tahan terhadap bencana. Namun untuk saat ini, yang terpenting adalah memastikan akses masyarakat tidak terputus,” pungkas Mawardi.