Minggu, 02 Agustus 2026
Beranda / Pemerintahan / Sekolah Rakyat di Aceh Besar Resmi Beroperasi, MPLS Libatkan Taruna Akmil dan Akpol ‎

Sekolah Rakyat di Aceh Besar Resmi Beroperasi, MPLS Libatkan Taruna Akmil dan Akpol ‎

Sabtu, 01 Agustus 2026 16:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Ratnalia

Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kecamatan Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Ist


DIALEKSIS.COM | ‎Banda Aceh - Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kecamatan Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar, resmi mulai beroperasi. Dimulainya operasional sekolah tersebut ditandai dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang telah berlangsung sejak Kamis, 30 Juli 2026.

‎‎Sekretaris Dinas Sosial Aceh, Michael Octaviano, S.STP, mengatakan Sekolah Rakyat di Aceh Besar menjadi bagian dari program pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

‎‎“Operasional Sekolah Rakyat di Kuta Malaka secara resmi dimulai. Hal ini ditandai dengan dimulainya pelaksanaan MPLS sejak Kamis, 30 Juli 2026,” kata Michael saat diwawancarai, Sabtu, 1 Agustus 2026.

‎‎Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat tersebut menyelenggarakan pendidikan pada tiga jenjang sekaligus, yakni Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

‎‎Menurut Michael, seluruh kebutuhan pendidikan siswa ditanggung oleh negara. Para peserta didik tidak dibebankan biaya apa pun selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.‎

‎“Semua fasilitas diberikan oleh negara, termasuk seragam sekolah gratis dan tidak ada biaya apa pun. Nol rupiah,” ujarnya.

‎‎Selain mendapatkan pendidikan gratis, seluruh siswa juga tinggal di asrama yang telah disediakan. Sistem berasrama diterapkan untuk mendukung pembinaan karakter, kedisiplinan, serta proses belajar yang lebih terarah.

‎‎Dalam pelaksanaan MPLS, sekolah turut melibatkan taruna Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol) untuk memberikan pembinaan kedisiplinan, wawasan kebangsaan, serta membentuk karakter peserta didik sejak awal memasuki lingkungan sekolah.

‎‎Michael menambahkan, penerimaan siswa Sekolah Rakyat difokuskan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kategori Desil 1 dan Desil 2 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah berdasarkan data pemerintah.

‎‎Untuk menunjang proses belajar mengajar, Sekolah Rakyat di Kuta Malaka dilengkapi berbagai sarana dan prasarana pendukung, mulai dari laboratorium hingga fasilitas olahraga seperti lapangan mini soccer dan lapangan basket.

‎‎"Lapangan mini-soccer ini berstandar FIFA," kata Michael.

‎‎Pemerintah berharap kehadiran Sekolah Rakyat tidak hanya membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang berkarakter, disiplin, dan memiliki daya saing melalui perpaduan pendidikan akademik, pembinaan asrama, serta penguatan karakter yang diberikan selama masa pendidikan.‎

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI