Kamis, 20 Agustus 2026
Beranda / Politik dan Hukum / Warga Berobat ke Luar Negeri, YATTA Minta Rumah Sakit Aceh Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Warga Berobat ke Luar Negeri, YATTA Minta Rumah Sakit Aceh Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Rabu, 19 Agustus 2026 23:50 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Coordinator Youth Action on Tactical Transformation (YATTA), Mhd. Hafiz Daniel Genita. Dokumen untuk dialeksis.com.


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Fenomena masyarakat Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri masih menjadi perhatian di bidang kesehatan. Kondisi ini dinilai menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas kesehatan di dalam negeri, termasuk di Aceh.

Coordinator Youth Action on Tactical Transformation (YATTA), Mhd. Hafiz Daniel Genita, mengatakan masyarakat yang memilih berobat ke luar negeri, khususnya Penang, Malaysia, memiliki sejumlah pertimbangan. Salah satunya adalah fasilitas medis yang dinilai lebih meyakinkan dengan biaya pengobatan yang relatif terjangkau.

“Menurut Hafiz, masyarakat lebih cenderung berobat ke luar negeri, terutama Penang, karena infrastruktur medis yang lebih terpercaya dan harga yang lebih terjangkau dibandingkan biaya pengobatan di Indonesia,” kata Hafiz, Rabu (19/8/2026).

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sekitar satu dari 1.000 rumah tangga di Indonesia memilih berobat ke luar negeri. Malaysia menjadi salah satu negara tujuan yang banyak dipilih masyarakat Indonesia.

Menurutnya, kondisi tersebut juga menunjukkan bagaimana Malaysia berhasil mengembangkan sektor kesehatan menjadi bagian dari medical tourism atau wisata medis.

“Ini juga menarik, karena akhirnya otoritas Malaysia membuatnya menjadi destinasi wisata untuk berobat atau medical tourism, yang sampai sekarang belum bisa terealisasi secara maksimal di Indonesia,” ujarnya.

Hafiz menilai fenomena tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dan pengelola fasilitas kesehatan di Indonesia. Menurutnya, masyarakat tidak hanya mempertimbangkan biaya ketika memilih tempat berobat.

Kepercayaan terhadap fasilitas kesehatan, kualitas tenaga medis, pelayanan rumah sakit, hingga kepastian penanganan juga menjadi faktor yang memengaruhi keputusan masyarakat.

Untuk Aceh, Hafiz berharap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan menjadi perhatian serius, terutama di rumah sakit daerah.

“Harapannya sistem pengobatan klinis di Aceh bisa mengalami peningkatan signifikan, khususnya dalam pelayanan di rumah sakit daerah,” katanya.

Selain pelayanan, ia juga mendorong penguatan riset di bidang kesehatan. Menurutnya, riset sangat penting untuk mendukung pengembangan layanan kesehatan dan menjawab kebutuhan masyarakat Aceh.

“Riset bidang ilmu kesehatan juga penting untuk menjadi sarana pengembangan layanan kesehatan di Aceh,” ujarnya.

Hafiz berharap pemerintah, rumah sakit, perguruan tinggi, dan tenaga kesehatan dapat membangun kolaborasi untuk memperkuat sistem kesehatan di Aceh.

Menurutnya, peningkatan fasilitas, kualitas pelayanan, sumber daya manusia, serta riset kesehatan dapat membantu membangun kembali kepercayaan masyarakat agar tidak selalu menjadikan luar negeri sebagai pilihan utama untuk mendapatkan layanan kesehatan.

“Jangan sampai masyarakat terus melihat luar negeri sebagai pilihan utama untuk mendapatkan layanan kesehatan. Kita harus membangun kepercayaan itu di Aceh,” pungkasnya.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI
pema - damai