Rabu, 10 Juni 2026
Beranda / Gaya Hidup / Seni - Budaya / Fadli Zon Diharapkan Resmikan Taman Budaya Aceh Tengah Saat Pembukaan PPN XIV

Fadli Zon Diharapkan Resmikan Taman Budaya Aceh Tengah Saat Pembukaan PPN XIV

Selasa, 09 Juni 2026 18:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menyampaikan harapan agar Menteri Kebudayaan Fadli Zon dapat hadir dalam pembukaan Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV pada 24 Juni 2026 sekaligus meresmikan Taman Budaya yang sedang dipersiapkan pemerintah daerah. [Foto: Prokopim AT]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terus memperkuat posisi budaya Gayo sebagai daya tarik wisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui rencana pembangunan Taman Budaya Aceh Tengah yang diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas seni dan budaya di daerah berhawa sejuk tersebut.

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menyampaikan harapan agar Menteri Kebudayaan Fadli Zon dapat hadir dalam pembukaan Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV pada 24 Juni 2026 sekaligus meresmikan Taman Budaya yang sedang dipersiapkan pemerintah daerah.

Harapan itu disampaikan Haili Yoga saat melakukan audiensi dan koordinasi dengan Kementerian Kebudayaan RI di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Menurut Haili Yoga, PPN XIV akan menjadi ajang internasional karena diikuti perwakilan dari 14 negara. Momentum tersebut dinilai tepat untuk memperkenalkan kekayaan budaya Gayo kepada tamu dari berbagai negara.

"Undangan sudah kami sampaikan kepada Pak Menteri Kebudayaan. Kami berharap beliau dapat hadir membuka kegiatan sekaligus meresmikan Taman Budaya Aceh Tengah," kata Haili Yoga.

Ia menegaskan masyarakat Gayo memiliki identitas budaya yang kuat. Sebagai bentuk pelestarian budaya, Pemkab Aceh Tengah mewajibkan penggunaan Bahasa Gayo dan pakaian adat Gayo setiap hari Kamis di lingkungan pemerintahan.

Selain itu, penggunaan pakaian adat juga diterapkan dalam berbagai kegiatan yang melibatkan tamu dari luar daerah sebagai bentuk penghormatan sekaligus promosi budaya lokal.

Haili Yoga menjelaskan sejumlah agenda budaya nantinya akan dipusatkan di Lapangan Musara Alun. Langkah tersebut dilakukan untuk menghadirkan atraksi budaya yang mampu mendukung sektor pariwisata Aceh Tengah.

Menurutnya, Aceh Tengah tidak hanya memiliki potensi wisata alam, tetapi juga kekayaan budaya yang perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat luas.

Keberadaan Taman Budaya, lanjutnya, diharapkan mampu menjadi ruang ekspresi bagi seniman sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku UMKM.

"Kalau Taman Budaya terwujud, ini bisa menjadi pusat kebudayaan di Aceh Tengah. UMKM masyarakat juga akan tumbuh karena budaya dan pariwisata saling mendukung," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Tata Kelola Permuseuman Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Ike Rofiqoh Fazri, mengapresiasi langkah Pemkab Aceh Tengah yang dinilai serius dalam memajukan kebudayaan.

Ia menilai pengembangan taman budaya menjadi salah satu upaya penting dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah.

Menurut Ike, daerah yang memiliki kebudayaan kuat cenderung memiliki daya tarik wisata yang lebih berkembang. Karena itu, ia optimistis budaya Gayo dapat menjadi salah satu kekuatan utama Aceh Tengah di sektor pariwisata.

"Kami mengapresiasi langkah yang dilakukan Pak Bupati. Semoga Taman Budaya, museum, Warisan Budaya Takbenda, dan berbagai potensi budaya di Aceh Tengah semakin lestari serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI