DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Museum Aceh melakukan kegiatan konservasi terhadap 200 koin koleksi bersejarah dengan melibatkan lima mahasiswa magang dari Program Studi Sejarah Kebudayaan Islam, UIN Ar-Raniry. Konservasi koleksi numismatika ini dilakukan selama tiga hari, 27-29 April 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pelestarian benda cagar budaya, khususnya koleksi numismatika yang memiliki nilai sejarah tinggi. Proses konservasi dilakukan secara bertahap dengan metode yang sesuai standar pelestarian museum.
Kepala Seksi Preparasi dan Konservasi Museum Aceh, Erni Magdalena, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa magang menjadi bagian penting dalam proses edukasi sekaligus praktik lapangan.
Ia menjelaskan bahwa konservasi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari identifikasi kondisi koin, pembersihan menggunakan bahan khusus, hingga penyimpanan dalam media yang aman untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
“Langkah konservasi ini tidak hanya bertujuan menjaga fisik koin, tetapi juga mempertahankan nilai historis yang terkandung di dalamnya. Kami juga melibatkan mahasiswa magang agar mereka memahami langsung proses konservasi benda bersejarah,” ujar Erni.
Mahasiswa magang dilibatkan dalam berbagai tahapan teknis, seperti dokumentasi awal, proses pembersihan ringan di bawah pengawasan, serta pencatatan data koleksi. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang pelestarian budaya, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga warisan sejarah.
Melalui kolaborasi ini, Museum Aceh berharap dapat terus mengembangkan program edukatif yang melibatkan generasi muda dalam upaya konservasi dan pelestarian budaya daerah. [*]