DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Museum Aceh melaksanakan kegiatan pendataan dan perawatan 189 koleksi di lantai 4 Gedung Pameran Tetap, Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preservasi dan dokumentasi sistematis terhadap warisan budaya Aceh agar tetap terjaga keaslian dan nilainya untuk generasi mendatang.
Koleksi yang menjadi fokus penanganan kali ini adalah kelompok etnografika, yang terdiri dari pakaian adat dan alat-alat tradisional dari berbagai daerah di Aceh, seperti baju adat, rencong, alat tenun, hingga peralatan pertanian khas masyarakat Gayo, Alas, Tamiang, dan pesisir.
Setiap objek diperiksa kondisi fisiknya, dibersihkan secara khusus, serta dicatat dalam sistem inventaris digital untuk memudahkan akses dan pemantauan berkala.
Selain area etnografika, lantai 4 juga menghadirkan booth khusus teknologika yang menampilkan alat teknologi lama yang pernah digunakan masyarakat Aceh. Booth ini dirancang menarik sehingga memungkinkan pengunjung memahami konteks historis dan fungsi sosial dari setiap koleksi yang dipamerkan.
Kasie Preparasi dan Konservasi Museum Aceh, Erni Magdalena, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan secara berkala.
"Pendataan dan perawatan koleksi bukan sekadar tugas administratif, melainkan bentuk komitmen kami dalam melestarikan identitas budaya Aceh. Setiap objek memiliki cerita dan nilai filosofis yang harus dijaga keutuhannya," ujar Erni.
Ia menambahkan, tim konservasi bekerja dengan standar prosedur operasional yang ketat, termasuk pengaturan suhu, kelembapan, dan pencahayaan ruangan untuk mencegah kerusakan akibat faktor lingkungan.
"Kami juga melibatkan tenaga ahli dan relawan terlatih agar proses preservasi berjalan optimal," jelasnya.
Kegiatan ini juga membuka ruang kolaborasi dengan akademisi, komunitas budaya, dan masyarakat umum yang ingin mempelajari lebih dalam tentang tata kelola koleksi museum. Museum Aceh mengundang publik untuk berkunjung, menyaksikan proses perawatan secara transparan, serta berpartisipasi dalam program edukasi pelestarian budaya.
Sebagai informasi, Pameran Tetap Museum Aceh terbuka untuk umum setiap hari Sabtu-Kamis, pukul 08.30-16.30 WIB (istirahat 12.00-13.30 WIB), dengan protokol kunjungan yang mengutamakan kenyamanan dan keamanan koleksi. [*]