Senin, 18 Mei 2026
Beranda / /

  • Agusni AH Menulis Luka dalam “Membatu”
    Celoteh-warga | sekitar 4 jam lalu
    Agusni AH Menulis Luka dalam “Membatu”

    DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Agusni AH, penyair sekaligus penulis yang dikenal dengan sentuhan narasi puitisnya, kembali menghadirkan sebuah cerpen berjudul “Membatu”. Sebuah balada sunyi tentang sepasang suami-istri yang perlahan tenggelam dalam dinginnya perasaan dan kerasnya ego. Cerita ini mengalir lirih, menuturkan retaknya rumah tangga yang bermula dari diam, luka yang dipendam, serta ketidakmampuan membaca isi hati satu sama lain, hingga akhirnya berakhir pada perceraian yang tak lagi memiliki jalan pulang setelah talak tiga terucap dari bibir sang lelaki.

  • Trauma Anak Aceh: Dua Bulan Setelah Banjir, Luka Tak Kunjung Hilang
    Aceh | 3 bulan lalu
    Trauma Anak Aceh: Dua Bulan Setelah Banjir, Luka Tak Kunjung Hilang

    DIALEKSIS.COM | Aceh - Hampir dua bulan lebih setelah bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, dampak psikologis pada anak-anak korban terus menjadi perhatian serius. Sejumlah perubahan emosional dan perilaku masih tampak pada kelompok usia ini, menunjukkan bahwa luka tak hanya pada fisik tetapi juga pada ranah mental dan sosial.

  • Mengobati Luka, Menyemai Harapan: Kak Na di Tengah Pengungsian Aceh Utara
    Aceh | 4 bulan lalu
    Mengobati Luka, Menyemai Harapan: Kak Na di Tengah Pengungsian Aceh Utara

    DIALEKSIS.COM | Aceh Utara - Di tengah luka dan lumpur sisa banjir, Meunasah Matang Linya, Kecamatan Baktiya, menjadi saksi kepedulian yang menenangkan hati. Selasa (23/12/2025), Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir -- akrab disapa Kak Na -- bersama Staf Ahli TP PKK Aceh Mukarramah Fadhlullah dan istri Ketua DPR Aceh, Rizawati Zulfadli, menyatu dengan warga sebagai apoteker dadakan di posko pengungsian.

  • Membasuh Luka Aceh: Menguji Ikatan Kebangsaan di Tengah Lumpur Bencana
    Opini | 4 bulan lalu
    Membasuh Luka Aceh: Menguji Ikatan Kebangsaan di Tengah Lumpur Bencana

    DIALEKSIS.COM | Opini - Bencana bukan sekadar statistik curah hujan atau pergeseran tektonik; ia adalah ujian kesetiaan paling murni antara negara dan rakyatnya. Ketika banjir dan tanah longsor kembali menerjang Aceh belakangan ini, potret yang muncul ke permukaan bukan hanya soal kerusakan infrastruktur, melainkan retaknya fondasi rasa keadilan sosial. 

  • Korban Bencana Sumatera Dapat Tali Asih Rp15 Juta bagi Wafat, Luka Berat Rp5 Juta
    Nasional | 5 bulan lalu
    Korban Bencana Sumatera Dapat Tali Asih Rp15 Juta bagi Wafat, Luka Berat Rp5 Juta

    DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - “Kementerian Sosial terus mengikuti arahan Presiden dalam rangka memberikan dukungan penanganan banjir dan longsor ini. Di antaranya kami memberikan bantuan santunan kepada ahli waris korban yang wafat sebesar Rp15 juta, serta Rp5 juta bagi korban yang mengalami luka-luka berat,” kata Gus Ipul dalam konferensi pers kepada awak media di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (16/12/2025).

  • Beroperasi Lagi, UGD RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang  Terima Pasien Luka Pascabanjir
    Aceh | 5 bulan lalu
    Beroperasi Lagi, UGD RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Terima Pasien Luka Pascabanjir

    DIALEKSIS.COM | Aceh Tamiang - Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang kembali dibuka pada Selasa (9/12/2025) setelah proses pembersihan intensif sejak banjir mulai surut akhir pekan lalu. Tim gabungan dari TNI, Marinir, dan Brimob ikut membantu mengevakuasi lumpur dari area pelayanan.

  • Bullying Menyisakan Luka yang Mendalam
    Opini | 6 bulan lalu
    Bullying Menyisakan Luka yang Mendalam

    DIALEKSIS.COM | Opini - Perundungan (bullying) adalah ancaman serius yang dapat menghancurkan rasa aman dan integritas psikologis peserta didik. Tekanan yang tampak ringan bagi sebagian orang sering kali menumpuk menjadi luka emosional yang mendalam.