DIALEKSIS.COM | Feature - Di tengah riuh dinamika politik Aceh, nama Bunda Salma hadir dengan karakter yang berbeda. Ia tidak membangun pengaruh lewat retorika keras atau panggung politik yang gemerlap, melainkan melalui konsistensi kerja yang senyap namun terasa dampaknya.
DIALEKSIS.COM| Feature- Aceh yang dilanda prahara amukan alam, banjir bandang dan longsor, menjelang Ramadhan 1447 H (2026) diriuhkan dengan persoalan meugang. Antara uang tunai atau daging.
DIALEKSIS.COM | Feature - Dari ruang perawatan RSUDZA Banda Aceh, Senin, 9 Februari 2026, kabar itu beredar pelan lalu menggema. Kho Khie Siong yang akrab dipanggil Pak Aky telah berpulang. Bagi banyak orang Aceh, ia bukan sekadar tokoh Tionghoa, melainkan sahabat yang memilih Aceh sebagai rumah.
DIALEKSIS.COM | Feature - Pesan singkat itu masuk ke telepon genggam menjelang akhir Januari. Isinya undangan sederhana: ngopi bareng insan media bersama pimpinan Bank Aceh Syariah.
DIALEKSIS.COM | Feature - Hujan turun deras pada sore itu, membasahi lapangan dan tribun Stadion Harapan Bangsa. Langit kelabu menunduk seperti menyaksikan sendiri adegan yang berlangsung di bawahnya. Meski payung dan jaket basah bertebaran, ribuan tenaga honorer tak beranjak. Mereka tetap bertahan di kursi beton dan di sisi lapangan menunggu satu momen yang selama bertahun-tahun hanya mereka impikan.
DIALEKSIS.COM | Feature - Angka angka itu bila dicermati dengan seksama, goresanya mengerikan, mengambarkan bagaimana luluh lantaknya sebuah negeri. Tanah yang subur, selama ini menjadi idola karena fanorama alamnya, hasil pertanian dan budaya, dalam sekejab luluh lantak diterjang banjir bandang.
DIALEKSIS.COM | Feature - Pasar Almahirah, Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, sejak pagi sudah ramai. Becak motor menderu, dibarengi suara knalpot sepeda motor (motor) dan pikap di jalanan komplek pasar kebanggaan warga Banda Aceh yang relatif tak dapat dibanggakan.
Gayo berduka, ditengah bencana itu Allah mengirim sosok pemimpin di Kepolisian untuk berbagi duka dengan masyarakat. Sosok yang mengandalkan hati nurani dalam bertugas. Sosok yang santun, lembut dan peduli, namun tegas dalam mengayomi masyarakat.
Indept- Anak muda dari negeri penghasil kopi ini membuat seantaro dunia maya geger. Memasuki minggu kedua musibah Sumatera, videonya yang mengajak Mualem, Gubernur Aceh untuk tidak menangis lagi menjadi viral.
Sampai kini video di tengah kubangan lumpur sambil memanggul beras 15 kilogram, masih cukup banyak yang melihatnya.
DIALEKSIS.COM|Feature- Hari terus berganti, masih banyak korban amukan alam ini yang hidup dalam bayang-bayang maut. Mereka bagaikan menunggu kain kafan. Untuk bertahan hidup mereka hanya mengandalkan seutas tali baja atau jembatan darurat.
DIALEKSIS.COM | Aceh Utara - Rindu pulang, tetapi mau pulang kemana? Yang tersisa kini hanya kenangan. Tempat berteduh, penuh kedamaian itu telah ditelan alam. Tiada lagi yang tersisa.
Mereka tidak viral dan tidak terdengar. Bagi warga Desa Lhokpuuk, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, rumah kini tak lagi sekadar tempat pulang. Ia telah menjelma menjadi kenangan yang hanyut bersama banjir bandang pada 26 November 2025 lalu.
DIALEKSIS.COM | Feature - Di tanah Aceh, ada satu hadih maja yang diwariskan turun-temurun dan dijaga kesakralannya: “Mate aneuk meupat jeurat, mate adat pat tamita.” Anak yang meninggal masih punya makam, tetapi adat yang hilang tak akan pernah tergantikan. Namun, dari sebuah perjumpaan kemanusiaan yang tak terencana, Aceh hari ini belajar satu hal baru: bahwa kebaikan tidak memerlukan silsilah. Ia hanya butuh ketulusan yang mampu melampaui batas wilayah, identitas, dan suku bangsa.
DIALEKSIS.COM | Feature - Hujan memang telah reda, tetapi jejak banjir dan longsor masih membekas di banyak sudut Aceh. Di posko pengungsian yang serba terbatas, kebutuhan paling dasar makanan kerap menjadi persoalan utama. Di tengah situasi itu, kehadiran 700 paket burger hangat justru menjadi cerita yang membekas, terutama bagi anak-anak korban bencana.
DIALEKSIS.COM| Takengon- “ Ketaaasssss, tuuuuuussssss” terdengar keras. Boks pengangkut manusia di jembatan gantung seutas tali langsung oleng. Di bawahnya, kedalaman 15 meter terlihat air keruh yang deras diantara bebatuan besar.
Satu tali pengikat roda sling terputus. Di dalam boks ini, Muhcsin Hasan M. SP, Wakil Bupati Aceh Tengah oleng dari duduknya. Dia bersama sepeda motor trailnya terayun “ayun di tengah sungai, terdengar teriakan histeris.
DIALEKSIS.COM | Feature - Ikhlas mati menghadap Ilahi demi menyelamatkan anak dan istri, menyelamatkan kaum perempuan dan para orang tua di kem pengungsi.
DIALEKSIS.COM | Feature - Ibu setengah baya ini berdiri di bagian setengah dari belakang. Dia menduduki tabung gas melon. Sesekali dia picit-picit kepalanya, sambil menunduk. Sudah lebih dua jam dia menunggu.
Hampir sebulan bencana di ujung Sumatera. Gerbang kemiskinan itu sudah terbuka lebar. Kemiskinan massal. Rakyat tidak berdaya. Mampukah negara?
DIALEKSIS.COM | Feature - Aceh dilanda bencana banjir bandang dan tanah longsor hebat pada akhir November 2025, menerjang 18 kabupaten/kota di provinsi tersebut. Data posko darurat mencatat sedikitnya 430 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya hilang, dengan hampir 2 juta penduduk terdampak akibat bencana yang meluas ini.
Rakyat membutuhkan sosok seorang ayah, sosok seorang ibu yang rela berkorban nyawa demi anak anaknya. Seorang ayah akan memberikan punggungnya untuk melindungi anak-anaknya dari ancaman maut.
DIALEKSIS.COM | Feature - Sejak banjir bandang dan tanah longsor melanda 18 kabupaten/kota di Aceh pada akhir November 2025, ribuan warga terpaksa mengungsi. Jalan-jalan terputus, jembatan runtuh, dan pemukiman luluh lantak dihantam arus deras. Di tengah duka dan kepungan lumpur itu, PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PT PEMA muncul sebagai salah satu garda terdepan penolong membuktikan kepedulian dan keberpihakannya kepada masyarakat yang terdampak bencana.