DIALEKSIS.COM | Feature - Seorang pria berusia 52 tahun terbaring, berjuang melawan sirosis hati akibat hepatitis B -- penyakit yang diam-diam menggerogoti fungsi tubuhnya. Di titik itu, pengobatan biasa tak lagi cukup. Satu-satunya jalan tersisa dengan transplantasi hati -- prosedur kompleks yang menjadi harapan terakhir bagi banyak pasien seperti dirinya.
DIALEKSIS.COM | Feature - Miris! Aceh masih menjadi ladang korupsi? Aliran dana cukup besar untuk provinsi di ujung barat pulau Swarnadwipa ini. Penduduknya mayoritas muslim, taat beribadah. Namun mental pejabatnya, sebagian masih dalam tanda tanya.
DIALEKSIS.COM | Feature - Demi sesuap nasi mereka terus bergerak. Ancaman maut itu mereka sadari, namun tidak ada pilihan lain. Kalau diam berarti mereka akan mati, masa depan anak-anaknya tidak jelas. Demi sesuap nasi dan buah hati, semua tantangan itu mereka lalui.
Mereka memilih mati bersama-sama dalam mempertahankan haknya. Sebuah bangsa yang Tangguh ketika rakyatnya siap mati demi membela negara. Bangsa yang kuat karena rakyatnya kuat. Kini kekuatan semangat jihad itu ditunjukan rakyat Iran.
DIALEKSIS.COM | Feature - Dua-duanya tokoh masyarakat di negeri Burni Telong. Satu diantaranya kini menjabat sebagai bupati (Tagore), satu lagi mantan anggota DPRK Bener Meriah (Misriadi alias Adijan). Kedua tokoh ini, kini saling mengeluarkan jurus. Saling tuding.
DIALEKSIS.COM | Feature - Lencana di dadanya melambangkan dia orang terhormat, pilihan rakyat. Namun tangannya ringan, sering melepaskan pukulan kepada orang yang tidak disukainya. Bukan sekali.
Apakah Anda ingat bagaimana sejarah Iran yang kini berperang dengan Israil dan Amerika? Apa hubunganya membaca Al-Qur,an di Bumi Gayo dengan peperangan Iran- Israil? Kita ikuti saja kisahnya.
Bila Anda punya supermaket yang menjual kebutuhan pokok, apakah Anda mau rugi? Mempersilahkan masyarakat mengambil kebutuhanya saat sedang darurat dan membayarnya setelah masa kritis berlalu.
DIALEKSIS.COM | Feature - “Nak kamu harus kuat, harus sabar. Kalau ibu sudah enggak ada jaga ayahmu ya dengan baik,” sepenggal nasihat dari ibu tiga anak kepada anak bungsunya yang masih berumur 10 tahun.
Tidak lama kemudian ibunya kembali ke llahi. Membawa penyakit yang sudah lama menggerogoti tubuhnya. Namun nasihat terakhir sang bunda masih terekam di memori Arsila, yang kini masih duduk di SD Kelas 3.
DIALEKSIS.COM | Aceh - Ada sesuatu yang memang terasa lebih dari sekadar kemenangan saat Persiraja Banda Aceh menundukkan Sriwijaya FC dengan skor 2-1 pada Sabtu malam (28/3/2026). Cerita ini bukan hanya tentang tiga poin, tapi tentang batas fisik yang dilampaui dan mentalitas yang berbicara.
- Antara hidup dan mati setipis kulit bawang. Mereka menjadi target utama dalam perang. Manusia “penggadai” nyawa, dalam pakaian loreng sudah mengihlaskan hidupnya untuk mati.
DIALEKSIS.COM- Feature| Sudah banyak kenderaan yang terjungkal, barang barang berserakan. Namun pihak yang bertanggungjawab memperbaikinya abai. Acuh tak acuh, bagaikan menyiapkan tumbal nyawa.
DIALEKSIS.COM | Feature - Pintu rumah dinas itu tetap terbuka sejak pagi. Di halaman, mobil datang bergantian. Para tamu turun dengan pakaian terbaik mereka baju koko, kebaya, sarung, dan senyum lebar khas hari raya. Mereka datang untuk satu hal yang tak pernah berubah dari tahun ke tahun: bersilaturahmi.
DIALEKSIS.COM | Feature - Bagaikan kena lecutan cambuk. TNI tidak tahan dengan pemberitaan dan ciutan netizen. Muara pemberitaan dan “kicauan” netizen di dunia maya mengarah kepada oknum TNI sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap aktivitis KontraS Andrie Yunus.
DIALEKSIS.COM| Feature- Penjara terbuka. Apakah bakal ada yang mengisinya karena bantuan bencana? Tidak tertutup kemungkinan bila penyidik mampu membuktikan, ada manusia yang menyanyat luka di atas luka terhadap korban bencana.
Dimana ibu dan ayah mereka yang menyatakan dirinya mampu mengurus para korban bencana? Sampai saat ini negara belum serius mengurus mereka. Atau negara tidak mampu, sehingga ada anak tiri dan anak kandung?
Dialeksis.com |Feature- Ada korban hidrometeorologi bagaikan pepatah “sudah jatuh tertimpa tangga”. Penderitaanya berlapis. Sudah didera musibah, namun dia terlewatkan tidak mendapat bantuan dari pemerintah. Tidak masuk dalam data.
DIALEKSIS.COM | Feature - Suasana santai menyelimuti ruang makan, menjelang berbuka di sebuah restoran di pusat kota. Di sana berkumpul sekitar dua puluh pemilik media. Mereka bertukar cerita , sambil bercanda menilai kinerja pemimpin kepolisian provinsi Aceh.
DIALEKSIS.COM| Feature- Tajamnya lidah mengundang bencana. Itulah yang dilakukan pejabat negara. Karena ucapanya rakyat dipaksa untuk panik buying. Antri berjam-jam untuk menyetok kebutuhan.
DIALEKSIS.COM | Feature - Sepandai-pandainya menyimpan bangkai, aromanya akan menusuk hidung. Bau tak sedap itu sebenarnya sudah berhembus setahun lalu. Pengawas Pilkada di kecamatan sudah bersuara, ada hak mereka yang diterima dengan tidak utuh.