Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Ketua PMI Aceh Dorong Relawan Harus Hadir Paling Cepat Saat Bencana

Ketua PMI Aceh Dorong Relawan Harus Hadir Paling Cepat Saat Bencana

Selasa, 12 Mei 2026 14:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Ketua PMI Aceh, Murdani Yusuf dalam Musyawarah Kerja Provinsi (Mukerprov) PMI Aceh Tahun 2026 yang digelar di Hotel Hijrah, Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Senin (11/5/2026). [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua PMI Aceh, Murdani Yusuf, mendorong seluruh relawan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk selalu siap hadir paling cepat saat bencana terjadi dan menjadi pihak terakhir yang meninggalkan lokasi pengungsian maupun area terdampak.

Hal itu disampaikan Murdani Yusuf dalam Musyawarah Kerja Provinsi (Mukerprov) PMI Aceh Tahun 2026 yang digelar di Hotel Hijrah, Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Senin (11/5/2026).

Mukerprov yang mengusung tema “Menegakkan Solidaritas, Memperkuat Kinerja, Meneguhkan Pengabdian” tersebut dihadiri sekitar 80 peserta dari PMI kabupaten/kota se-Aceh, pengurus provinsi, unit donor darah, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah.

Dalam arahannya, Murdani menegaskan bahwa PMI tetap memiliki posisi strategis yang tidak dapat digantikan, terutama dalam pelayanan donor darah, penanganan korban konflik, hingga pendampingan pengungsi saat bencana.

Menurutnya, masyarakat selalu menaruh harapan besar kepada PMI dalam kondisi darurat maupun situasi kemanusiaan.

“PMI harus selalu siap hadir paling cepat saat bencana dan menjadi yang terakhir meninggalkan lokasi. Itu komitmen kita dalam melayani kemanusiaan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga netralitas organisasi agar kepercayaan publik terhadap PMI tetap terjaga.

“PMI harus tetap menjadi organisasi yang netral dan dipercaya. Dalam situasi konflik sekalipun, masyarakat merasa aman berhubungan dengan PMI,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Ketua Bidang Organisasi PMI Aceh, Teuku Ibrahim, mengatakan Mukerprov tersebut merupakan amanah organisasi yang telah diputuskan dalam forum sebelumnya di Takengon.

Menurutnya, forum tahunan itu menjadi momentum penting untuk menyusun arah kebijakan PMI agar tetap adaptif terhadap perkembangan situasi kebencanaan dan kebutuhan masyarakat Aceh.

“Musyawarah kerja ini bukan hanya evaluasi, tetapi juga menjadi forum koordinasi dan penyusunan program agar PMI tetap relevan dengan tantangan kemanusiaan ke depan,” katanya.

Dalam laporannya, Teuku Ibrahim turut mengenang pengalaman relawan PMI saat menangani banjir di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Ia menggambarkan beratnya perjuangan relawan yang harus bekerja di tengah keterbatasan akses komunikasi hingga minimnya logistik.

Ia menegaskan semangat kemanusiaan menjadi modal utama PMI untuk terus hadir membantu masyarakat, terutama dalam situasi darurat dan bencana.

Dalam kondisi serba terbatas, bahkan tanpa makanan yang cukup, semangat kemanusiaan tetap menjadi kekuatan utama kami. Kami bergerak ke sana kemari mencari bantuan demi masyarakat terdampak,” tutupnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bidang Organisasi Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Sudirman Said, Bupati Aceh Besar Muharram Idris yang dikenal dengan sapaan Syech Muharram, Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Ferdiyus, serta seluruh jajaran pengurus PMI Aceh. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI