DIALEKSIS.COM | Calang - Tokoh masyarakat asal Krueng Teunong, Lamno, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, Abu Bakar, meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya memberikan perhatian terhadap kondisi jalan lama Banda Aceh-Meulaboh yang kini mengalami kerusakan parah.
Ruas jalan yang berada di kawasan Lamno tersebut dipenuhi lubang di sejumlah titik. Sebagian lubang juga tergenang air sehingga sulit terlihat oleh pengendara yang melintas.
Abu Bakar mengatakan pemerintah daerah perlu lebih peduli terhadap kondisi infrastruktur yang masih digunakan masyarakat. Menurutnya, kerusakan jalan tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Kami meminta kepada Pemkab Aceh Jaya agar peduli dengan kondisi masyarakat. Jalan ini masih digunakan warga, tetapi kondisinya sudah banyak yang rusak dan berlubang,” kata Abu Bakar kepada Dialeksis.com, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, jalan lama Banda Aceh-Meulaboh memiliki nilai penting bagi masyarakat di kawasan Lamno. Selain pernah menjadi salah satu akses utama, ruas tersebut hingga kini masih dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai aktivitas.
Ia berharap pemerintah tidak hanya melihat kondisi jalan dari jauh, tetapi turun langsung ke lapangan untuk mengetahui kerusakan yang terjadi.
“Kami berharap pemerintah turun melihat langsung kondisi jalan ini. Masyarakat membutuhkan jalan yang aman untuk dilalui,” ujarnya.
Pantauan Dialeksis.com pada Selasa, 15 September 2026, menunjukkan sejumlah bagian badan jalan dalam kondisi rusak. Lubang dengan ukuran bervariasi terlihat di beberapa titik, sementara permukaan jalan tampak tidak rata.
Di beberapa bagian, lubang jalan dipenuhi genangan air. Kondisi tersebut membuat pengendara harus memperlambat laju kendaraan dan lebih berhati-hati saat melintas.
Abu Bakar menilai kondisi tersebut perlu segera mendapat penanganan agar tidak menimbulkan korban. “Kami berharap pemerintah bisa segera mengambil langkah untuk memperbaikinya,” katanya.
Sementara itu, salah seorang warga Gampong Lamme, Kecamatan Jaya, Mailul Kamal, mengatakan kondisi jalan tersebut sudah cukup lama menjadi perhatian masyarakat.
“Ini sangat parah dan kami prihatin. Padahal, jalan ini dulu merupakan jalan utama dan menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat,” kata Mailul.
Menurutnya, kerusakan jalan membuat pengendara harus meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melintasi bagian jalan yang berlubang dan tergenang air.
Hal serupa disampaikan Ikram, salah seorang pelintas. Ia mengatakan lubang yang tertutup air cukup menyulitkan pengendara karena kedalamannya tidak dapat diketahui.
“Kalau tidak hati-hati bisa kecelakaan. Lubangnya banyak dan ada yang tertutup air, jadi kita tidak tahu seberapa dalam,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera memperbaiki ruas jalan tersebut agar masyarakat maupun pengguna jalan lainnya dapat melintas dengan lebih aman.
“Harapannya segera diperbaiki, supaya orang yang lewat tidak khawatir dan tidak terjadi kecelakaan,” kata Ikram. [nh]