DIALEKSIS.COM | Sigli - Mahasiswa dari Universitas Teuku Umar (UTU) menggelar sosialisasi kebersihan lingkungan dan pemanfaatan biogas ramah lingkungan di Gampong Gajah Ayee, Kabupaten Pidie.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak untuk pemulihan pascabencana di Sumatra akhir tahun lalu.
Program tersebut diketuai oleh Dosen Program Studi Teknik Sipil UTU, Delfian Masrura, M.T., CRA., CRP., bersama Fitry Hasdanita, S.T., M.T., dan Ir. Arrazy Elba, M.T. Kegiatan ini melibatkan 50 mahasiswa dan mendapat pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Ketua Tim Mahasiswa UTU untuk Kabupaten Pidie, Wanda, mengatakan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya volume sampah di sekitar Gampong Gajah Ayee serta masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
“Selain itu, potensi limbah peternakan, khususnya dari kotoran sapi, belum dimanfaatkan secara optimal oleh para peternak sebagai sumber energi alternatif yang bernilai guna,” ujar Wanda.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut mendorong mahasiswa UTU untuk menghadirkan edukasi yang komprehensif dan solutif guna meningkatkan kesadaran serta keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah secara produktif.
Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat desa, ibu-ibu PKK, serta masyarakat setempat. Acara diawali dengan pemaparan materi mengenai dampak dan bahaya sampah terhadap kesehatan dan lingkungan. Selanjutnya, peserta mendapatkan edukasi tentang pemanfaatan biogas yang bersumber dari limbah kotoran sapi.
Pada sesi berikutnya, mahasiswa UTU menjelaskan konsep dasar biogas, mulai dari prinsip pembentukan, jenis bahan baku yang dapat digunakan, tahapan perakitan instalasi sederhana, hingga tata cara penggunaan dan perawatannya.
Materi disampaikan secara interaktif untuk memastikan peserta memahami pentingnya pengelolaan limbah yang tepat.
Ketua Ibu PKK Gampong Gajah Ayee, Nurliana, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan memberikan wawasan baru, khususnya bagi kami para ibu rumah tangga dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik,” katanya.
Dosen pembimbing program, Delfian Masrura, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari fungsi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Mahasiswa harus hadir sebagai problem solver. Lingkungan bersih dan energi mandiri bukan sekadar wacana, tetapi harus diwujudkan melalui kolaborasi antara kampus dan masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka terhadap persoalan riil di tengah masyarakat.
"Kami berharap masyarakat dapat menerapkan pengelolaan sampah yang lebih baik serta memanfaatkan limbah peternakan sebagai sumber energi alternatif, sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan mandiri energi di Gampong Gajah Ayee," tutupnya. [*]