Minggu, 19 Juli 2026
Beranda / Berita / UTU Pertahankan Predikat Kampus Hijau Four Trees Rating 2026

UTU Pertahankan Predikat Kampus Hijau Four Trees Rating 2026

Sabtu, 18 Juli 2026 18:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Universitas Teuku Umar (UTU) kembali mempertahankan predikat Four Trees Rating. Foto: for Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Meulaboh - Universitas Teuku Umar (UTU) kembali mempertahankan predikat Four Trees Rating, atau peringkat empat dari skala lima, sebagai kampus hijau berkelanjutan tahun 2026 dari UI GreenMetric.

Capaian tersebut menempatkan UTU dalam jajaran perguruan tinggi dunia yang dinilai konsisten menerapkan prinsip keberlanjutan lingkungan dalam tata kelola institusi. Pada pemeringkatan sebelumnya, UTU berada di posisi ke-113 dunia dan peringkat ke-21 secara nasional.

Predikat tersebut dipastikan dalam pertemuan evaluasi tahap ketiga antara UTU dan tim asesor UI GreenMetric yang dilaksanakan secara daring pada 18 Juli 2026.

Kegiatan itu diawali dengan sambutan Rektor UTU, dilanjutkan pemaparan hasil pengisian kuesioner oleh tim universitas, diskusi bersama asesor, serta penyerahan sertifikat pemeringkatan.

Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., mengatakan hasil audit komprehensif tersebut menjadi bukti bahwa UTU terus menjalankan tata kelola kampus berwawasan lingkungan secara konsisten.

Menurutnya, predikat Four Trees Rating juga mempertegas arah transformasi UTU dalam mengintegrasikan kegiatan akademik, tata kelola universitas, dan upaya pelestarian lingkungan.

“Saat ini UTU memasuki fase transformatif. Capaian ini merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan untuk mengejawantahkan paradigma Diktisaintek Berdampak,” ujar Prof. Nyak Amir seusai menerima hasil pemeringkatan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Tim Kerja UI GreenMetric UTU, unsur pimpinan, serta seluruh sivitas akademika yang telah berkontribusi dalam mewujudkan visi UTU sebagai pelopor kampus hijau.

Prof. Nyak Amir menilai sinergi seluruh unsur di lingkungan universitas menjadi faktor penting dalam mempertahankan predikat tersebut.

Ketua Tim UI GreenMetric UTU, Tya Ulfah, S.Pd., Gr., MIE., MT., menjelaskan penilaian dilakukan menggunakan instrumen pengumpulan data yang ketat dan terukur.

Hasil penilaian tersebut mencerminkan keberhasilan sejumlah program yang dijalankan UTU, mulai dari penghematan energi, pengelolaan limbah, efisiensi penggunaan air, hingga pelaksanaan kebijakan pelestarian lingkungan di kawasan kampus.

“Pencapaian rating empat ini memotivasi kami untuk terus mengoptimalkan program pelestarian alam berbasis data riil di lapangan,” kata Tya Ulfah.

Ke depan, lanjutnya, setiap indikator penilaian akan diterjemahkan menjadi aksi nyata yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari sivitas akademika.

“Fokus kami adalah mentransformasikan setiap indikator penilaian ke dalam aksi nyata harian yang memberikan dampak positif secara langsung terhadap ekosistem di sekitar kampus,” ujarnya.

Pertemuan evaluasi tersebut turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama UTU, Dr. Ir. M. Aman Yaman, M.Agric.Sc., serta Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum UTU, Zulfirman, S.E., M.Si.

Sementara itu, tim asesor UI GreenMetric terdiri atas Prof. Ir. Kharisun, Ph.D., dan Prof. Dr. Ir. Tommy Ilyas, M.Eng.

Trees Rating UI GreenMetric merupakan sistem pemeringkatan perguruan tinggi berskala global yang berfokus pada penerapan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Evaluasi dilakukan secara komprehensif dengan menyeimbangkan tiga pilar utama, yaitu lingkungan, ekonomi, dan kesetaraan. Kerangka penilaian tersebut digunakan untuk mengurangi potensi bias sekaligus mengukur konsistensi kebijakan keberlanjutan di setiap perguruan tinggi.

Mulai 2026, sistem pemeringkatan tersebut resmi menggunakan nama UI GreenMetric Sustainable University Rankings.

Pada periode penilaian tahun ini, UI GreenMetric mengusung tema “Advancing Sustainable Campuses through Governance, Digitalization, and Integrated Performance.”

Tema tersebut menitikberatkan penilaian pada efektivitas tata kelola universitas, transparansi kepemimpinan, digitalisasi sistem, serta akuntabilitas kebijakan dalam mendukung terciptanya lingkungan akademik yang hijau dan berkelanjutan. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI