Sabtu, 13 Juni 2026
Beranda / Ekonomi / Aceh Comeback ke PRJ 2026, Promosikan Budaya, Wisata dan Ekonomi Kreatif Daerah

Aceh Comeback ke PRJ 2026, Promosikan Budaya, Wisata dan Ekonomi Kreatif Daerah

Jum`at, 12 Juni 2026 21:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh kembali berpartisipasi dalam Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026 dengan menghadirkan booth bertajuk "Aceh Creative & Cultural Experience", setelah terakhir kali mengikuti ajang tersebut pada 2018. [Foto: Disbudpar Aceh]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh kembali berpartisipasi dalam Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026 dengan menghadirkan booth bertajuk "Aceh Creative & Cultural Experience", setelah terakhir kali mengikuti ajang tersebut pada 2018.

Kehadiran Aceh di salah satu pameran terbesar di Indonesia itu menjadi momentum strategis untuk memperkuat promosi pariwisata dan budaya, sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif daerah.

Kepala Disbudpar Aceh, Dedy Yuswadi, mengatakan bahwa partisipasi kembali Aceh di PRJ merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Tanah Rencong kepada masyarakat luas.

"Melalui Aceh Creative & Cultural Experience, kita ingin memperlihatkan bahwa Aceh memiliki kekayaan budaya yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga kuat dalam nilai dan filosofi. Ini adalah bagian dari diplomasi budaya dan promosi pariwisata Aceh," ujar Dedy, Kamis malam (11/6/2026).

Dedy menjelaskan, stan Aceh yang bekerja sama dengan organisasi Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Aceh tersebut dirancang dengan konsep modern tanpa meninggalkan identitas budaya lokal. Konsep itu diharapkan mampu menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dan interaktif bagi para pengunjung.

Berbagai tenant turut meramaikan booth Aceh dengan menampilkan potensi unggulan daerah, mulai dari promosi destinasi wisata, kuliner khas, wastra, hingga produk kriya yang merepresentasikan kekayaan budaya Aceh.

Pengunjung juga diajak mengenal lebih dekat pesona alam Aceh, mulai dari Sabang hingga kawasan pegunungan yang hijau. Selain itu, aneka kuliner bercita rasa rempah dan beragam produk ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal turut diperkenalkan kepada masyarakat.

Menurut Dedy, keikutsertaan Aceh dalam PRJ 2026 bukan hanya bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk UMKM dan ekonomi kreatif.

"Ajang tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk menjalin kemitraan, memperluas jaringan bisnis, dan meningkatkan daya saing produk lokal," ungkapnya.

Ia berharap partisipasi Aceh dalam PRJ 2026 dapat meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Aceh, memperluas peluang investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta memperkuat posisi produk-produk UMKM Aceh di pasar nasional. 

"Kami akan terus mendorong promosi budaya dan pariwisata Aceh secara berkelanjutan melalui berbagai ajang nasional maupun internasional," pungkas Dedy. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI