Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / Wapres Gibran Terima Audiensi Merapi National Economic Forum 2026 Soroti Masa Depan AI

Wapres Gibran Terima Audiensi Merapi National Economic Forum 2026 Soroti Masa Depan AI

Jum`at, 17 April 2026 14:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima audiensi Merapi National Economic Forum 2026 di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (16/04/2026). Dokumen untuk dialeksis.com.


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima audiensi Merapi National Economic Forum 2026 di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (16/04/2026). 

Pertemuan tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif dan inklusif di tengah percepatan transformasi digital.

Audiensi ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kesiapan nasional menghadapi revolusi teknologi yang kian masif.

Dalam pertemuan tersebut, Wapres menekankan pentingnya pemerataan literasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di seluruh lapisan masyarakat. 

Menurutnya, langkah ini krusial agar transformasi digital tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat luas sekaligus meminimalkan risiko yang mungkin timbul.

Direktur Merapi National Economic Forum, Sergie Althaf Amir, mengungkapkan bahwa salah satu arahan utama dari Wapres adalah mendorong edukasi AI secara masif dan inklusif.

“Arahan yang kita dapatkan adalah untuk terus mengedukasi seluruh masyarakat tentang AI,” ujar Sergie usai pertemuan yang dilansir media dialeksis.com dalam akun Instagram setwapres.ri.

Ia menilai, perkembangan teknologi yang sangat cepat menuntut kesiapan semua elemen masyarakat tanpa terkecuali. Bahkan, menurutnya, dampak AI akan dirasakan lintas generasi.

“Dalam beberapa tahun ke depan akan ada revolusi teknologi yang sangat besar. Semua pihak akan terdampak dan terpengaruh. Karena itu, semua kalangan masyarakat--boomer, Gen Z, milenial, bahkan yang sudah sangat tua--harus mengerti dan bisa memanfaatkan perkembangan AI,” jelasnya.

Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas potensi dampak AI terhadap lapangan pekerjaan. Pemerintah dan pemangku kepentingan dinilai perlu menyiapkan langkah mitigasi sejak dini agar perubahan yang terjadi tidak menimbulkan gejolak sosial maupun ekonomi.

Sebagai tindak lanjut, pihak forum telah menyiapkan berbagai program edukasi, mulai dari kegiatan perkuliahan hingga talkshow yang mengupas pemanfaatan AI secara bijak dan bertanggung jawab.

“Sekarang kita ingin memberi program edukasi di beberapa kuliah, dan program-program talkshow tentang AI, di mana kita mendiskusikan cara untuk menanggulangi risiko-risiko yang sudah saya sebutkan tadi,” tambah Sergie.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI