Selasa, 30 Juni 2026
Beranda / Parlemen Kita / Lima Peserta SPPI Meninggal, Anggota DPR Minta Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dievaluasi

Lima Peserta SPPI Meninggal, Anggota DPR Minta Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dievaluasi

Senin, 29 Juni 2026 10:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh. [Foto: Tra/Alma/dpr.go.id]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, meminta Kementerian Pertahanan (Kemhan) menghentikan sementara pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2026.

Permintaan itu disampaikan setelah jumlah peserta yang meninggal dunia selama mengikuti pelatihan dilaporkan bertambah menjadi lima orang.

Menurut informasi yang disampaikan Kemhan, korban terbaru, yaitu Nola Dya Sari yang mengikuti pelatihan di Satuan Pendidikan Dudik Bela Negara Kalimantan. 

Sebelumnya, empat peserta lain yang meninggal dunia yakni Yonanda Muhammad Taufiq pada 17 Juni 2026, Anisa Muyassaroh pada 18 Juni 2026, Novia Rahmadhani Sihotang pada 22 Juni 2026, serta Muhammad Rifki Renaldi Gunawan pada 25 Juni 2026.

Oleh Soleh menilai rangkaian peristiwa tersebut tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa. Ia meminta pemerintah menghentikan sementara program pelatihan dan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab meninggalnya para peserta.

"Peristiwa ini sangat serius. Nyawa manusia tidak boleh dianggap sepele. Pelaksanaan Latsarmil perlu dihentikan sementara agar dilakukan evaluasi secara menyeluruh," ujar Oleh Soleh dalam keterangan tertulis, Senin (29/6/2026).

Politikus Fraksi PKB itu menegaskan para peserta merupakan generasi muda yang mendaftar untuk berkontribusi dalam pengembangan Koperasi Desa Merah Putih. Karena itu, menurutnya, setiap insiden yang menyebabkan korban jiwa harus menjadi perhatian utama pemerintah.

Ia juga meminta Kemhan melakukan pembenahan terhadap pola pembinaan dan metode pelatihan. Menurut Oleh, peserta SPPI berasal dari kalangan sipil sehingga materi maupun intensitas latihan fisik harus disesuaikan dengan kemampuan mereka.

"Mereka bukan prajurit militer. Karena itu pelatihan fisik yang diberikan harus mempertimbangkan kondisi dan kapasitas peserta agar keselamatan tetap terjamin," katanya.

Oleh menambahkan, tujuan utama SPPI adalah menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengelola Koperasi Desa Merah Putih dan mendorong pembangunan ekonomi di tingkat desa. Oleh sebab itu, aspek keselamatan dan kesehatan peserta harus menjadi prioritas dalam setiap tahapan pelatihan.

Ia pun mendesak Kemhan mengusut secara transparan penyebab meninggalnya lima peserta serta memastikan langkah perbaikan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang pada pelaksanaan program berikutnya. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
dishes