DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Aceh mulai menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029. Melalui Rapat Pimpinan (Rapim) yang diikuti pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari 23 kabupaten/kota, partai berlambang banteng itu menargetkan peningkatan perolehan kursi legislatif di semua tingkatan.
Rapim digelar di Sultan Hotel, Banda Aceh, Minggu, 28 Juni 2026, dan dipimpin Ketua DPD PDI Perjuangan Aceh, Jamaluddin Idham.
Dalam rapat tersebut, jajaran pengurus melakukan konsolidasi internal sekaligus menyusun strategi pemenangan untuk menghadapi pemilu mendatang.
Jamaluddin mengatakan tantangan politik ke depan menuntut partainya mengubah pola kerja menjadi lebih modern dan adaptif. Karena itu, ia meminta seluruh kader dan pengurus di tingkat DPD maupun DPC aktif turun ke tengah masyarakat serta memanfaatkan media digital sebagai sarana komunikasi politik.
"Tantangan politik ke depan menuntut kita untuk lebih kreatif. Saya meminta seluruh kader dan simpatisan di 23 kabupaten/kota untuk aktif menyapa, mendengar, dan membantu masyarakat. Manfaatkan platform media sosial seperti TikTok dan Instagram secara masif untuk mengampanyekan kerja nyata partai," kata Jamaluddin.
Melalui konsolidasi tersebut, PDI Perjuangan Aceh menetapkan sejumlah target politik untuk pemilu legislatif. Untuk DPR RI Daerah Pemilihan Aceh I, partai menargetkan mempertahankan kursi yang telah diperoleh. Sementara di Daerah Pemilihan Aceh II, PDI Perjuangan membidik tambahan satu kursi.
Di tingkat provinsi, partai menargetkan sedikitnya lima kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Adapun untuk DPRK di 23 kabupaten/kota, PDI Perjuangan membidik total 53 kursi.
Jamaluddin optimistis target tersebut dapat dicapai melalui kerja politik yang terstruktur, penguatan konsolidasi organisasi, serta pemanfaatan media digital secara efektif. Menurut dia, peningkatan perolehan kursi legislatif diharapkan dapat memperkuat representasi dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Aceh, baik di tingkat daerah maupun nasional.[]
