Kamis, 22 Oktober 2026
Beranda / Sumatera Pulih / Revitalisasi SD Negeri 4 Dewantara Berjalan, Murid Semangat Belajar Pascabencana

Revitalisasi SD Negeri 4 Dewantara Berjalan, Murid Semangat Belajar Pascabencana

Kamis, 22 Oktober 2026 15:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Para siswa SD Negeri 4 Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, menunjukkan raut bahagia saat bermain dan belajar di lingkungan sekolah yang terus dipacu pembangunannya pascabencana banjir. [Foto: Tim Media Satgas PRR]


DIALEKSIS.COM | Lhoksukon - Dukungan pemulihan pendidikan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai Rp5,6 triliun hingga September 2026. Melalui program revitalisasi, pemerintah memperbaiki fasilitas sekolah terdampak sekaligus menjaga kegiatan belajar tetap berlangsung selama proses pemulihan.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), mencatat bantuan revitalisasi senilai Rp3,03 triliun telah dialokasikan bagi 3.132 sekolah yang menandatangani perjanjian kerja sama. Sebanyak Rp2,63 triliun di antaranya telah masuk ke rekening sekolah. Dukungan ini menjadi bagian dari penanganan 4.922 satuan pendidikan terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Kasatgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian mengatakan pemulihan nyaris 5.000 satuan pendidikan bukan perkara mudah.

“Jumlahnya, jujur, cukup masif. Karena itulah, kita prediksi tidak akan bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Sebetulnya waktunya ada tiga tahun. Tapi Pak Abdul Mu’ti berusaha untuk secepat mungkin selesai agar proses belajar-mengajar juga berlangsung dalam suasana yang ideal,” ucap Tito saat konferensi pers di Posko Nasional Satgas PRR, Rabu (23/09/2026).

Tito juga mengapresiasi langkah dan seluruh capaian upaya pemulihan layanan pendidikan pascabencana Sumatra. 

“Capaian ini menjadi bukti bahwa pemerintah pusat tidak tinggal diam, kita bekerja keras dan terus berkolaborasi, serta hasilnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” katanya. 

Di Aceh, upaya pemulihan mencakup 3.120 sekolah terdampak, berdasarkan Laporan Harian Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) per 14 Oktober 2026. Data tersebut meliputi 750 sekolah mengalami rusak ringan, 1.382 rusak sedang, 188 rusak berat dan 65 sekolah masuk kategori relokasi. Sebanyak 735 sekolah lainnya tercatat tidak mengalami kerusakan prasarana.

Dalam rekap pembelajaran pada laporan Oktober, sebanyak 3.049 sekolah di Aceh sudah kembali menggunakan lokasi semula, sedangkan 71 sekolah masih memanfaatkan ruang kelas darurat. Di Kabupaten Aceh Utara, pembaruan pemerintah daerah per 14 Oktober 2026 masih mencatat 47 satuan pendidikan dalam kategori rusak berat dan 67 SMA/SMK rusak sedang.

Revitalisasi SD Negeri 4 Hadirkan Harapan Baru

Proses pemulihan terlihat di SD Negeri 4 Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. Sekolah dengan 93 murid dan 16 guru itu menjalani rehabilitasi setelah banjir pada akhir November 2025 merendam lingkungan sekolah dan merusak perlengkapan belajar.

Kepala SD Negeri 4 Dewantara, Asmawati, mengatakan pekerjaan mencakup tujuh ruang kelas, perpustakaan, dan kamar mandi. Lima ruang kelas direhabilitasi berat, sedangkan dua lainnya direhabilitasi ringan. Dana bantuan, kata Asmawati, cair pada 12 Agustus 2026. Saat memberikan keterangan, progres pekerjaan disebut mencapai sekitar 12 persen.

Sembari rehabilitasi berlangsung, kegiatan belajar tetap berjalan. Sebagian murid belajar di teras dan halaman sekolah, sementara guru memanfaatkan smartboard sebagai media pembelajaran. Deddy Mansuria, guru sekaligus bendahara program revitalisasi, mengatakan pembelajaran daring juga diupayakan ketika kondisi sekolah belum memungkinkan digunakan.

“Tapi kami tetap profesional dalam melakukan tugas,” ujarnya.

Proses rehabilitasi yang masih terus berjalan ini memberikan harapan baru bagi para siswa. Bagi Kepsek Asmawati, meski progres pekerjaan saat ini baru sekitar 12 persen, ia berharap proses pemulihan dapat terus berjalan hingga seluruh fasilitas yang terdampak kembali berfungsi.

“Kami keluarga besar SDN 4 Dewantara mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia atas bantuan revitalisasi yang sudah dikucurkan ke SD 4 Dewantara,” kata Asma.

Pembangunan SD Negeri 4 Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh yang terus berjalan pascabencana banjir akhir tahun lalu. [Foto: Tim Media Satgas PRR].

Sekolah Aman dan Tangguh untuk Masa Depan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pemulihan sekolah dengan menyesuaikan Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang bermuara pada perwujudan Pendidikan Bermutu untuk Semua, sekaligus wujud nyata kontribusi sektor pendidikan pada Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto.

“Prioritas kami tahun 2026 adalah revitalisasi sekolah-sekolah yang terdampak bencana, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Prioritas kedua adalah sekolah-sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sedangkan prioritas ketiga adalah sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat,” kata Abdul Mu'ti pada Selasa (23/06/2026).

Percepatan revitalisasi menjadi bagian penting dari upaya pemulihan sektor pendidikan pascabencana. Pemerintah tidak hanya mengejar pemulihan bangunan sekolah, tetapi juga memastikan lingkungan belajar kembali aman, sehat, bersih, dan nyaman bagi peserta didik.

Upaya tersebut sejalan dengan prinsip rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang menempatkan ketahanan jangka panjang sebagai bagian penting dari pembangunan kembali.

“Dengan sekolah yang aman, sehat, bersih, dan indah, anak-anak dapat belajar dengan lebih baik dan meraih masa depan yang lebih cerah,” pungkas Abdul Mu'ti. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI